Internationalmedia.co.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan serangan militer terbaru terhadap sebuah kapal yang diduga terlibat dalam penyelundupan narkoba di lepas pantai Venezuela. Serangan yang diklaim menewaskan enam orang tersebut, menambah daftar panjang operasi serupa yang dilakukan AS dalam beberapa pekan terakhir di kawasan Karibia.
Trump, melalui akun media sosial Truth Social, menyatakan bahwa serangan yang dilakukan pada hari Selasa (14/10) itu menargetkan sebuah organisasi teroris yang telah masuk daftar hitam AS. Namun, ia tidak merinci nama organisasi tersebut. "Di bawah wewenang saya sebagai panglima tertinggi, Menteri Perang memerintahkan serangan kinetik mematikan terhadap sebuah kapal yang berafiliasi dengan Organisasi Teroris yang Ditetapkan (DTO) yang melakukan penyelundupan narkotika di wilayah tanggung jawab USSOUTHCOM," tulis Trump.

Postingan tersebut juga menyertakan video singkat yang menunjukkan sebuah kapal dihantam proyektil dan meledak di perairan. Trump menegaskan bahwa serangan itu dilakukan di perairan internasional dan tidak ada pasukan AS yang terluka.
Peningkatan aktivitas militer AS di kawasan Karibia, termasuk pengerahan jet tempur F-35, kapal perang, dan kapal selam bertenaga nuklir, diklaim sebagai bagian dari misi memerangi perdagangan narkoba. Namun, pemerintahan Trump memberikan sedikit informasi mengenai detail serangan sebelumnya, termasuk identitas korban atau jenis narkoba yang diklaim diangkut.
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, telah berulang kali menuduh AS berupaya menggulingkannya dari kekuasaan. AS sendiri menuduh Maduro memiliki hubungan dengan sindikat narkoba dan kelompok kriminal, tuduhan yang telah dibantah keras oleh Maduro.
