Internationalmedia.co.id – Pemerintah Jepang mengambil langkah tegas dalam menghadapi peningkatan serangan beruang yang meresahkan warga. Perdana Menteri Sanae Takaichi mengumumkan rencana untuk merekrut pemburu profesional menjadi bagian dari aparatur sipil negara (ASN).
Keputusan ini diambil sebagai respons atas meningkatnya insiden serangan beruang yang bahkan menyebabkan korban jiwa. Dalam debat parlemen, seorang anggota parlemen menggambarkan situasi ini sebagai perebutan wilayah antara manusia dan beruang.

Takaichi menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama. Sebagai langkah awal, polisi akan diberi wewenang menggunakan senjata api untuk menetralkan ancaman beruang. Namun, solusi jangka panjang yang diusung adalah dengan melibatkan para pemburu berlisensi.
"Dalam jangka menengah hingga panjang, kami berencana untuk merekrut pemburu berlisensi sebagai pegawai negeri untuk mengamankan sumber daya ahli," ujar Takaichi, seperti dilansir NHK. Langkah ini diharapkan dapat memberikan solusi berkelanjutan dalam mengelola populasi beruang dan melindungi masyarakat.
Sebelumnya, pemerintah Jepang juga telah mengerahkan personel militer ke wilayah utara yang paling terdampak serangan beruang. Meskipun tidak membawa senjata api, para tentara dilengkapi dengan peralatan pelindung seperti semprotan antiberuang dan jaket antipeluru.
Pakar menduga bahwa kelangkaan biji pohon ek tahun ini menjadi penyebab utama beruang mencari makan hingga ke wilayah perkotaan. Dengan merekrut pemburu menjadi ASN, pemerintah Jepang berharap dapat menyeimbangkan populasi beruang dan menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

