Internationalmedia.co.id – News – Jakarta, sebuah pemandangan tak biasa siap menyemarakkan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Terminal Kalideres, Jakarta Barat. Jika biasanya lomba 17-an identik dengan tarik tambang, tahun ini panitia memilih tantangan yang jauh lebih ekstrem dan unik: lomba tarik bus. Inisiatif ini digagas untuk menghadirkan nuansa berbeda yang tak semua tempat bisa melakukannya.
Nur Prasetyo, Kepala Terminal Kalideres, menjelaskan bahwa ide lomba ini muncul dari keinginan untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda dan tak lazim, terutama karena keseharian mereka yang erat kaitannya dengan operasional bus. "Ide awal kami karena sehari-harinya kami berkecimpung di layanan bus, baik angkutan antarkota antarprovinsi maupun dalam kota. Lomba tarik tambang sudah menjadi tradisi umum di hampir seluruh Indonesia, namun tidak semua tempat memiliki fasilitas untuk mengadakan lomba tarik bus," ungkap Prasetyo saat ditemui di Terminal Kalideres, Jumat (14/8/2026).

Dalam kompetisi yang menantang ini, setiap tim akan terdiri dari 20 peserta. Mereka akan diminta untuk menarik bus dari garis start hingga garis finish secepat mungkin. "Kami akan menghitung kecepatan mereka. Tim dengan waktu tercepat akan dinobatkan sebagai juara satu, diikuti oleh juara dua," jelas Prasetyo.
Dua unit bus, meliputi jenis antarkota antarprovinsi (AKAP) berukuran besar dan bus sedang, akan digunakan dalam lomba ini. Meskipun bobot pastinya belum diungkap, bus sedang tentu memiliki bobot yang lebih ringan dibandingkan bus besar. Partisipasi terbuka untuk pria maupun wanita, dengan peserta yang berasal dari berbagai kalangan di lingkungan terminal, meliputi karyawan perusahaan otobus (PO), agen bus, pegawai dinas perhubungan, pedagang asongan, hingga petugas kebersihan.
Untuk menjamin keamanan peserta, panitia telah menyiapkan tali tambang khusus serta sarung tangan sebagai alat pengaman. "Kami sudah siapkan tali tambang dan sarung tangan untuk menghindari luka lecet pada tangan peserta," tambah Prasetyo.
Lomba tarik bus ini dijadwalkan akan digelar pada Minggu, 16 Agustus 2026. Sebagai bentuk apresiasi, para pemenang akan mendapatkan hadiah berupa paket kebutuhan pokok (sembako). Ini merupakan kali kedua acara serupa digelar, setelah sukses dilaksanakan pertama kali pada tahun 2025.
Alfian, salah satu panitia lomba, mengungkapkan bahwa dorongan kuat dari para sopir bus yang menginginkan lomba yang tidak monoton menjadi pemicu utama ide ini. "Rekan-rekan terminal ini berinisiatif mencari nuansa baru, yaitu tarik bus, dan ide ini disetujui. Mereka bilang, ‘Bang, cari yang lain Bang, kita kan di sini bus banyak, kenapa nggak tarik bus?’ Itulah yang membuat lomba ini terwujud," kata Alfian.
Antusiasme peserta, terutama dari kalangan sopir, jauh meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. "Alhamdulillah tahun ini lebih banyak sopir yang mendaftar," ujarnya. Mengenai pakaian, Alfian menyebut tidak ada aturan khusus mengenai seragam. Rata-rata peserta mengenakan seragam PO bus masing-masing atau pakaian dinas. "Insyaallah tahun depan kami adakan dengan mengenakan baju kemerdekaan," pungkasnya.
