Internationalmedia.co.id – Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, kembali membuat pernyataan kontroversial dengan mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menangkap Presiden Palestina Mahmoud Abbas jika Dewan Keamanan PBB mendukung pembentukan negara Palestina. Desakan ini muncul bersamaan dengan disetujuinya resolusi yang diajukan Amerika Serikat untuk mendukung rencana perdamaian Gaza.
Ben-Gvir bahkan menyerukan tindakan yang lebih keras, termasuk "pembunuhan yang ditargetkan" terhadap pejabat senior Otoritas Palestina. "Jika PBB mengakui negara yang direkayasa ini, maka Anda, Bapak Perdana Menteri, harus memerintahkan pembunuhan terhadap sejumlah pejabat senior Otoritas Palestina, yang merupakan teroris dalam segala hal, dan Anda harus memerintahkan penangkapan Abu Mazen," ujarnya dalam konferensi pers di Knesset.

Pernyataan Ben-Gvir ini langsung menuai kecaman keras dari Otoritas Palestina. Kementerian Luar Negeri Palestina menyebutnya sebagai "penghasutan sistematis" yang menunjukkan mentalitas politik yang menolak perdamaian dan mengancam keamanan regional serta internasional. Mereka mendesak negara-negara untuk mengambil langkah konkret untuk menghentikan eskalasi ini dan menolak penggunaan bahasa serta penghasutan teroris sebagai alat pemerintahan.
Resolusi yang disetujui Dewan Keamanan PBB memberikan restu untuk pembentukan pemerintahan transisi dan pengerahan pasukan keamanan internasional ke Jalur Gaza, yang menandai dimulainya tahap kedua dari kesepakatan yang dimediasi AS. Resolusi tersebut juga menyinggung kemungkinan negara Palestina di masa depan, meskipun dengan bahasa yang berbelit-belit.
Namun, para pemimpin Israel, termasuk Netanyahu, telah sepakat untuk menolak segala kemungkinan berdirinya negara Palestina. "Penolakan kami terhadap negara Palestina di wilayah mana pun tidak berubah," tegas Netanyahu dalam rapat kabinet Israel.

