Internationalmedia.co.id – Ketegangan kembali membara di Jalur Gaza setelah militer Israel dilaporkan melepaskan tembakan ke arah sejumlah warga Palestina di wilayah utara, Selasa (14/10) waktu setempat. Insiden ini terjadi di tengah gencatan senjata yang seharusnya masih berlaku, menewaskan sedikitnya enam orang.
Militer Israel mengklaim bahwa mereka menembak "tersangka" yang mendekati pasukan mereka dan dianggap sebagai ancaman. Menurut mereka, orang-orang tersebut melanggar batas wilayah yang telah ditetapkan dalam kesepakatan gencatan senjata Gaza yang disetujui sebelumnya. Israel berdalih bahwa tindakan itu diperlukan untuk meredakan potensi bahaya.

Namun, otoritas kesehatan Gaza memberikan keterangan yang berbeda. Mereka melaporkan bahwa sedikitnya enam warga Palestina tewas dalam dua insiden terpisah. Selain penembakan di utara, serangan udara Israel juga menewaskan lima orang yang sedang memeriksa rumah-rumah di pinggiran timur Kota Gaza. Serangan lain di dekat Khan Younis, Gaza selatan, merenggut satu nyawa dan melukai satu orang.
Kelompok Hamas mengecam tindakan Israel tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata yang baru berjalan beberapa hari. Mereka menuduh Israel tidak menghormati kesepakatan yang telah dicapai. Sementara itu, militer Israel bersikeras bahwa pasukannya menembak setelah orang-orang tersebut mengabaikan peringatan untuk mundur dari garis gencatan senjata dan terus mendekati posisi mereka.
Situasi di Jalur Gaza saat ini kembali tegang dan tidak pasti. Insiden ini menimbulkan pertanyaan serius tentang masa depan gencatan senjata dan harapan perdamaian di wilayah tersebut.
