Internationalmedia.co.id – Serangan Israel ke Jalur Gaza di tengah gencatan senjata menuai sorotan. Amerika Serikat (AS) justru menyatakan bahwa tindakan Israel tersebut bukanlah sebuah pelanggaran.
Militer Israel mengklaim telah menyerang anggota kelompok Jihad Islam yang dituduh merencanakan serangan terhadap tentara Israel. Serangan ini terjadi saat gencatan senjata antara Israel dan Hamas masih berlaku.

Menlu AS Marco Rubio menegaskan bahwa Israel memiliki hak untuk membela diri. "Kami tidak memandang itu sebagai pelanggaran gencatan senjata," ujarnya kepada wartawan. Rubio menambahkan bahwa perjanjian gencatan senjata yang dimediasi oleh Qatar, Mesir, dan AS tidak menghilangkan hak Israel untuk melindungi diri dari ancaman yang akan datang.
Rubio juga menekankan bahwa gencatan senjata Gaza bergantung pada kewajiban kedua belah pihak. Ia mendesak Hamas untuk mempercepat pemulangan jenazah sandera yang tewas dalam penahanan. Hingga saat ini, Hamas baru menyerahkan 15 dari 28 jenazah sandera yang seharusnya diserahkan pada tahap pertama kesepakatan gencatan senjata.
Militer Israel menyatakan serangan udara itu menargetkan seorang militan Jihad Islam di Jalur Gaza bagian tengah. Sementara itu, otoritas Rumah Sakit Al-Awda melaporkan adanya empat korban luka akibat serangan di Nuseirat yang menghantam sebuah mobil warga sipil.
