Internationalmedia.co.id – Sebuah operasi militer Israel dilaporkan menggempur sebuah desa di wilayah selatan Suriah, mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Serangan yang diklaim Israel sebagai upaya menangkap anggota kelompok militan Jamaah Islamiyah asal Lebanon ini, telah menewaskan sedikitnya 10 orang, termasuk wanita dan anak-anak.
Menurut laporan televisi pemerintah Suriah, desa Beit Jin menjadi sasaran agresi militer Israel. Selain korban tewas, sejumlah warga lainnya dilaporkan masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Puluhan keluarga terpaksa mengungsi dari desa tersebut untuk mencari perlindungan di wilayah sekitar.

Militer Israel dalam pernyataannya mengklaim bahwa operasi tersebut ditujukan untuk menangkap tersangka anggota kelompok Jamaah Islamiyah yang beroperasi di area Beit Jin. Mereka dituduh melancarkan serangan teror terhadap warga sipil Israel. Ironisnya, militer Israel juga melaporkan enam tentaranya mengalami luka-luka dalam operasi tersebut, tiga di antaranya luka parah.
Seorang pejabat lokal, Abdul Rahman Al-Hamrawi, mengungkapkan bahwa pasukan Israel menyerbu desa yang terletak di kaki Gunung Hermon, sebelah barat daya Damaskus. Penyerbuan ini memicu bentrokan dengan penduduk desa yang berusaha melawan upaya penangkapan tiga pemuda oleh tentara Israel. Al-Hamrawi menambahkan bahwa setelah bentrokan, pasukan Israel menembaki area tersebut dengan artileri dan drone.
Situasi di Suriah memang memanas sejak lengsernya rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024 dan munculnya pemimpin Islamis baru di Damaskus. Israel dilaporkan telah melancarkan ratusan serangan di wilayah Suriah sejak saat itu. Tel Aviv juga dengan cepat mengirimkan pasukan ke zona penyangga yang menjadi area patroli PBB, yang memisahkan pasukan Israel dan Suriah di Dataran Tinggi Golan sejak tahun 1974.
