Internationalmedia.co.id – Hamas melayangkan kecaman keras terhadap Israel setelah menemukan indikasi penyiksaan pada jenazah warga Palestina yang baru dikembalikan ke Jalur Gaza. Temuan ini memicu kemarahan dan tuduhan serius terhadap militer Israel.
Dalam pernyataan yang dirilis melalui Telegram, Hamas menyebut temuan tersebut sebagai bukti nyata "sifat kriminal dan fasis" tentara Israel, serta "kebobrokan moral dan kemanusiaan" yang telah mencapai titik nadir. Hamas menuduh Israel melakukan "kejahatan keji" yang setara dengan genosida terhadap rakyat Palestina.

Kelompok tersebut mendesak lembaga hak asasi manusia internasional, termasuk PBB, untuk segera melakukan investigasi mendalam dan menyeret para pemimpin Israel ke pengadilan atas dugaan kejahatan tersebut.
Sejak gencatan senjata disepakati, Israel telah menyerahkan total 90 jenazah warga Palestina kepada otoritas Gaza. Kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi oleh Presiden AS Donald Trump ini bertujuan mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama dua tahun.
Sebagai bagian dari kesepakatan, Israel menyerahkan 15 jenazah warga Palestina untuk setiap jenazah warga Israel yang dipulangkan. Hamas telah membebaskan 20 sandera yang masih hidup, sementara Israel membebaskan sekitar 1.900 tahanan Palestina.
Israel terus menuntut Hamas untuk menyerahkan seluruh jenazah sandera yang tersisa. Hingga saat ini, Hamas baru menyerahkan sembilan jenazah, dengan beberapa di antaranya masih dalam proses identifikasi. Hamas mengklaim kesulitan mengevakuasi jenazah dari reruntuhan di Gaza.
Konflik di Gaza dipicu oleh serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 warga Israel. Serangan balasan Israel ke Gaza telah menyebabkan lebih dari 67.000 warga Palestina tewas, ratusan ribu terluka, dan jutaan lainnya mengungsi.
