Internationalmedia.co.id – News – Sebuah langkah diplomatik mengejutkan datang dari Israel. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu secara resmi mengumumkan pengakuan Israel terhadap Somaliland sebagai negara berdaulat. Pengakuan ini tidak hanya menjadikan Israel negara pertama yang melakukannya, tetapi juga memicu pertanyaan besar dan kebingungan, terutama dari Amerika Serikat yang justru menyatakan tidak akan mengakui entitas tersebut. Perjanjian untuk menjalin hubungan diplomatik antara Israel dan Somaliland juga telah ditandatangani.
Lalu, apa sebenarnya Somaliland ini yang kini menjadi sorotan dunia? Dilansir dari Aljazeera pada Sabtu, 27 Desember 2025, Somaliland mendeklarasikan kemerdekaannya dari Somalia pada tahun 1991. Namun, upaya mereka untuk mendapatkan pengakuan dari negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) belum membuahkan hasil. Wilayah ini menguasai bagian barat laut dari wilayah yang dulunya merupakan Protektorat Inggris di Somalia utara.

Somalia sendiri tidak pernah menerima kemerdekaan Somaliland. Pemisahan diri ini terjadi di tengah perang saudara brutal yang melanda Somalia setelah puluhan tahun di bawah pemerintahan mantan Presiden Siad Barre, yang pasukannya menghancurkan wilayah utara. Menariknya, di saat sebagian besar Somalia dilanda kekacauan, Somaliland justru berhasil mencapai stabilitas pada akhir tahun 1990-an. Mereka bahkan telah mengembangkan identitas politik yang berbeda dengan Somalia, lengkap dengan mata uang, bendera, dan parlemennya sendiri. Meskipun demikian, wilayah timur Somaliland masih menjadi sengketa karena ada masyarakat yang tidak mendukung program separatis di ibu kota Hargeisa.
Dalam beberapa tahun terakhir, Somaliland aktif mencari pengakuan internasional. Mereka menjalin hubungan dengan Uni Emirat Arab, salah satu penandatangan Perjanjian Abraham, serta Taiwan. Pada tahun 2024, Ethiopia juga sempat berupaya mencapai kesepakatan dengan Somaliland, menawarkan pengakuan sebagai imbalan akses laut, namun akhirnya mundur akibat tekanan diplomatik.
Diakui Israel dengan Alasan Perjanjian Abraham
Pengakuan dari Israel ini menjadi titik balik penting. Perdana Menteri Netanyahu menegaskan bahwa Israel kini adalah negara pertama yang mengakui Republik Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat. "Pengumuman ini sejalan dengan semangat Perjanjian Abraham," ujar Netanyahu, merujuk pada kesepakatan antara Israel dan negara-negara Arab yang difasilitasi oleh Presiden AS Donald Trump.
Kantor Netanyahu bahkan merilis video percakapan teleponnya dengan Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdullahi. Dalam percakapan tersebut, Netanyahu secara langsung menyatakan pengakuan resmi Israel saat itu juga, dan menambahkan bahwa hubungan baru ini akan membuka peluang ekonomi yang signifikan. "Saya ingin Anda tahu bahwa saya sedang menandatangani pengakuan resmi Israel terhadap Somaliland saat kita berbicara sekarang," kata Netanyahu kepada Abdullahi. "Saya sangat, sangat senang dan bangga pada hari ini, dan saya ingin mendoakan Anda dan rakyat Somaliland yang terbaik," lanjutnya.
AS Justru Bertanya-tanya
Namun, langkah berani Israel ini tidak diikuti oleh sekutunya, Amerika Serikat. Presiden Donald Trump secara tegas menyatakan tidak akan mengakui kedaulatan Somaliland. Bahkan, Trump melontarkan pertanyaan yang menunjukkan ketidaktahuannya tentang wilayah tersebut. "Tidak," kata Trump ketika ditanya oleh New York Post mengenai pengakuan AS terhadap Somaliland. Ia menambahkan, "Apakah ada yang benar-benar tahu apa itu Somaliland?"
Kontras sikap antara Israel dan Amerika Serikat ini menyoroti kompleksitas geopolitik di Tanduk Afrika. Sementara Israel melihat potensi diplomatik dan ekonomi yang sejalan dengan visi Perjanjian Abraham, AS tampaknya lebih berhati-hati, menunjukkan bahwa jalan Somaliland menuju pengakuan global masih panjang dan penuh tantangan.
