Internationalmedia.co.id – Amerika Serikat (AS) membuat pernyataan mengejutkan dengan menuduh Iran merencanakan pembunuhan terhadap Duta Besar (Dubes) Israel di Meksiko sejak akhir tahun lalu. Klaim ini menyebutkan bahwa rencana tersebut telah berhasil digagalkan, sehingga saat ini tidak ada ancaman yang signifikan.
Seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa rencana pembunuhan terhadap Dubes Israel, Eniat Kranz Neiger, aktif hingga pertengahan tahun ini. "Rencana tersebut telah digagalkan dan tidak menimbulkan ancaman pada saat ini," tegasnya. Pejabat tersebut menambahkan bahwa ini hanyalah bagian dari sejarah panjang Iran dalam menargetkan diplomat, jurnalis, pembangkang, dan pihak-pihak yang tidak sejalan dengan mereka secara global.

Menurut pejabat AS tersebut, Pasukan Quds, bagian dari Garda Revolusi Iran, mulai menyusun rencana pembunuhan ini pada akhir tahun 2024. Rencana tersebut melibatkan perekrutan agen dari Kedutaan Besar Iran di Venezuela, negara yang memiliki aliansi taktis dengan Teheran di bawah kepemimpinan Nicolas Maduro. Namun, pejabat AS tersebut menolak memberikan rincian lebih lanjut mengenai bagaimana rencana pembunuhan itu berhasil digagalkan.
Pemerintah Israel, dalam pernyataan terpisah, mengklaim bahwa otoritas Meksiko turut berperan dalam menggagalkan rencana pembunuhan Dubes Israel di wilayah mereka. Namun, Kementerian Luar Negeri Meksiko membantah klaim tersebut dan menyatakan bahwa mereka "tidak menerima informasi apa pun" mengenai rencana pembunuhan di wilayahnya.
Sekretariat Keamanan dan Perlindungan Warga Negara Meksiko, yang mengawasi intelijen, menyatakan kesiapannya untuk "kerja sama saling menghormati dan terkoordinasi, selalu dalam kerangka kedaulatan nasional, dengan semua badan keamanan yang memintanya," tanpa secara spesifik menyebut nama AS atau Israel.
Dubes Israel, Kranz-Neiger, ketika ditanya oleh media lokal Meksiko mengenai bantahan otoritas Meksiko, mengaku "tidak mengetahui alasan" penyangkalan tersebut. Ia menegaskan bahwa "mereka yang bertindak untuk menetralisir ancaman ini adalah otoritas keamanan dan intelijen Meksiko," saat berbicara kepada Radio Formula.

