Gelombang panas ekstrem melanda Irak. Internationalmedia.co.id melaporkan, suhu di Baghdad dan wilayah tengah serta selatan Irak mencapai 48-50 derajat Celcius. Akibatnya, Irak terpaksa melakukan pemadaman listrik nasional pada Senin waktu setempat. Langkah drastis ini diambil karena jaringan listrik kewalahan memenuhi permintaan energi yang melonjak drastis.
Menurut laporan kantor berita AFP, kementerian kelistrikan Irak menyatakan dua saluran transmisi utama terpaksa ditutup karena suhu yang memecahkan rekor. Lonjakan permintaan listrik, terutama di provinsi Babilonia dan Karbala yang tengah dipadati jutaan peziarah Syiah untuk peringatan keagamaan, membuat beban jaringan listrik tak tertahankan. Pemadaman ini mengakibatkan hilangnya lebih dari 6.000 megawatt daya secara tiba-tiba.

Pemadaman listrik skala nasional ini terjadi di tengah gelombang panas yang diperkirakan akan berlangsung lebih dari seminggu, menurut badan meteorologi Irak. Kementerian Kelistrikan menyatakan tim mereka tengah bekerja keras untuk memulihkan jaringan listrik secara bertahap. Namun, belum ada kepastian kapan aliran listrik akan kembali normal sepenuhnya. Krisis ini menyoroti kerentanan infrastruktur Irak terhadap dampak perubahan iklim.

