Trump Ungkap Penyebab Memar di Tangannya, Bukan Karena Sakit?
Kemunculan memar di tangan kiri Trump ini berbeda dari sebelumnya yang kerap terlihat di tangan kanannya. Memar tersebut terlihat jelas saat peluncuran Dewan Perdamaian di Davos, Kamis (22/1), dan langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Menanggapi berbagai spekulasi yang beredar, Trump dengan cepat memberikan klarifikasi. "Saya terbentur meja," ujarnya kepada wartawan di Air Force One. Ia menambahkan bahwa dirinya telah mengoleskan krim untuk meredakan memar tersebut.
Trump juga menjelaskan bahwa konsumsi aspirin dosis tinggi yang rutin dilakukannya dapat meningkatkan risiko memar. "Saya minum aspirin dosis tinggi, dan ketika Anda minum aspirin dosis tinggi, mereka memberitahu Anda, Anda akan mengalami memar," jelasnya.
Pihak Gedung Putih pun memberikan pernyataan senada. Sekretaris Gedung Putih, Karoline Leavitt, menjelaskan bahwa Trump membenturkan tangannya pada sudut meja saat acara Dewan Perdamaian, yang menyebabkan memar tersebut.
Meskipun demikian, beberapa pihak masih meragukan penjelasan tersebut. Pasalnya, dalam video yang beredar, memar tersebut baru terlihat jelas sekitar 10 menit setelah Trump duduk di meja dan menandatangani dokumen. Terlepas dari penyebab sebenarnya, kemunculan memar ini kembali menambah daftar kontroversi yang mengiringi sosok Donald Trump.
