Internationalmedia.co.id – Pemerintah Inggris mengumumkan akan menyalurkan dana sebesar 4 juta poundsterling atau setara dengan Rp 77,2 miliar untuk membersihkan sisa-sisa amunisi yang belum meledak di Gaza. Langkah ini diambil untuk memfasilitasi masuknya bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan oleh warga Palestina di wilayah tersebut.
Dana tersebut akan disalurkan melalui Badan Aksi Ranjau Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNMAS) untuk mempercepat proses pembersihan ranjau darat, bom curah, dan amunisi lainnya yang masih aktif. Kementerian Luar Negeri Inggris menekankan bahwa pembersihan ini adalah bagian penting dari upaya gencatan senjata yang ditengahi oleh Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, menyatakan keprihatinannya atas situasi di Gaza dan menekankan pentingnya bantuan kemanusiaan. "Kita harus melakukan segala yang kita bisa untuk membanjiri Gaza dengan bantuan," ujarnya. Cooper juga mengunjungi organisasi kemanusiaan HALO dan bertemu dengan perwakilan dari Kelompok Penasihat Ranjau (MAG) serta UNMAS untuk membahas upaya pembersihan ranjau.
Diperkirakan sekitar 70.000 ton bahan peledak telah dijatuhkan di Gaza selama konflik terakhir, dan sekitar 10 persennya gagal meledak. Keberadaan amunisi yang belum meledak ini sangat berbahaya dan menghambat upaya penyaluran bantuan kemanusiaan. LSM Inggris HALO dan MAG, dengan dukungan UNMAS, melaksanakan sebagian besar operasi pembersihan ranjau sipil di seluruh dunia. Bantuan Inggris ini merupakan bagian dari komitmen bantuan luar negeri sebesar 116 juta poundsterling yang dialokasikan untuk wilayah Palestina pada tahun anggaran ini.
