Internationalmedia.co.id – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menaruh harapan besar pada dampak positif dari gencatan senjata yang berhasil dicapai di Jalur Gaza. Zelensky meyakini, momentum perdamaian di Timur Tengah ini dapat menjadi katalisator bagi penyelesaian konflik antara Rusia dan Ukraina.
Zelensky saat ini berada di Amerika Serikat untuk melakukan serangkaian perundingan penting terkait bantuan senjata untuk Ukraina dan strategi menghadapi Rusia. Pertemuan puncak dengan Presiden AS, Donald Trump, menjadi agenda utama dalam lawatannya kali ini.

"Pertemuan dengan Presiden Trump dijadwalkan besok, dan kami berharap momentum keberhasilan menahan teror dan perang di Timur Tengah akan membantu mengakhiri perang Rusia melawan Ukraina," ujar Zelensky melalui akun X pribadinya. Ia menambahkan, "Bahasa kekuatan dan keadilan pasti akan merugikan Rusia."
Dalam pertemuan dengan Trump, Zelensky akan membahas secara mendalam potensi pasokan rudal jarak jauh Tomahawk dari AS. Rudal ini memiliki kemampuan untuk mencapai Moskow dari wilayah Ukraina. Zelensky menegaskan, "Kita sudah bisa melihat bahwa Moskow sedang terburu-buru untuk melanjutkan dialog segera setelah mendengar tentang Tomahawk."
Selain itu, Zelensky juga berencana untuk bertemu dengan sejumlah perusahaan pertahanan AS guna membahas kemungkinan pasokan tambahan sistem pertahanan udara. Langkah ini diambil untuk memperkuat pertahanan Ukraina dari potensi serangan udara.
Sebelumnya, Presiden Trump telah melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyusul permintaan Ukraina terkait pasokan rudal Tomahawk. Putin menyampaikan kekhawatirannya bahwa pasokan rudal tersebut akan membahayakan upaya perdamaian. Kedua pemimpin sepakat untuk mengadakan pertemuan puncak di Budapest, Hungaria, guna membahas isu ini lebih lanjut.
