Internationalmedia.co.id – Seorang pejabat senior Hamas mengungkapkan keinginan kuat kelompoknya untuk mencapai kesepakatan yang mengakhiri perang berkepanjangan. Prioritas utama Hamas saat ini adalah memulai proses pertukaran tahanan dengan Israel sesegera mungkin, seiring dengan berkumpulnya para negosiator di Mesir untuk melakukan perundingan intensif.
Perundingan tidak langsung antara negosiator Israel dan Hamas dijadwalkan berlangsung di Mesir pada hari Minggu dan Senin. Agenda utama dalam perundingan ini adalah menyelesaikan detail-detail krusial yang diharapkan dapat mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir dua tahun di Gaza. Hamas sendiri telah menyetujui rencana perdamaian yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump.

Menurut sumber yang dekat dengan Hamas, delegasi Hamas telah bertolak dari Doha dan diperkirakan tiba di Kairo pada hari Minggu sebelum melanjutkan perjalanan ke Sharm el-Sheikh untuk berpartisipasi dalam negosiasi. Pejabat senior Hamas yang berbicara dengan syarat anonim menegaskan bahwa Hamas sangat berkeinginan untuk mencapai kesepakatan yang mengakhiri perang dan segera memulai proses pertukaran tahanan sesuai dengan kondisi lapangan.
"Pendudukan tidak boleh menghalangi implementasi rencana Presiden Trump. Jika pendudukan memiliki niat tulus untuk mencapai kesepakatan, Hamas siap," tegasnya.
Sumber Palestina yang dekat dengan Hamas menambahkan bahwa kedua delegasi akan berada di gedung yang sama, tetapi jauh dari sorotan media. Fokus utama negosiasi adalah membahas jadwal persiapan kondisi lapangan untuk pemindahan tawanan yang ditahan di Gaza, sebagai langkah awal untuk memulai proses pertukaran tahanan.
Hamas juga menekankan pentingnya bagi Israel untuk menghentikan operasi militer di seluruh wilayah Jalur Gaza, termasuk menghentikan semua aktivitas udara, pengintaian, dan pesawat drone, serta menarik diri dari dalam Kota Gaza. Sebagai timbal balik, Hamas dan faksi-faksi perlawanan juga akan menghentikan operasi dan aksi militer mereka.
Perundingan ini juga diperkirakan akan mencakup pembahasan peta yang akan disediakan oleh Israel yang menunjukkan rute dan jadwal penarikan pasukan, yang akan bertepatan dengan proses pertukaran tahanan. Delegasi Hamas juga akan menyampaikan daftar tahanan Palestina yang harus dibebaskan oleh Israel sebagai imbalan atas tawanan Israel.
Sesuai dengan rencana Trump, Israel diperkirakan akan membebaskan 250 tahanan Palestina dengan hukuman seumur hidup dan lebih dari 1.700 tahanan dari Jalur Gaza yang ditangkap setelah 7 Oktober 2023, ketika Hamas menyerang Israel, yang memicu perang yang sedang berlangsung.
