Internationalmedia.co.id – Kelompok Hamas menyatakan telah menyerahkan seluruh jenazah sandera yang berhasil ditemukan selama masa gencatan senjata di Gaza. Pernyataan ini muncul setelah penyerahan dua jenazah sandera lainnya kepada pihak Israel melalui mediasi Komite Palang Merah Internasional (ICRC) pada Rabu (15/10) tengah malam.
Militer Israel mengkonfirmasi bahwa ICRC telah menerima dua jenazah tersebut di Jalur Gaza. Penyerahan ini merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku sejak 10 Oktober, di mana Hamas berkewajiban menyerahkan total 48 sandera, terdiri dari 20 sandera hidup dan 28 jenazah.

Sebelumnya, Hamas telah menyerahkan 20 sandera yang masih hidup kepada Israel melalui ICRC pada Senin (13/10). Sebagai imbalan, Israel membebaskan 1.968 tahanan dan narapidana Palestina pada hari yang sama.
Brigade Ezzedine Al-Qassam, sayap bersenjata Hamas, menyampaikan bahwa mereka telah menyerahkan semua jenazah sandera yang dapat ditemukan. Mereka juga menyatakan membutuhkan peralatan khusus untuk mengevakuasi jenazah lainnya dari reruntuhan di Gaza.
"Perlawanan telah memenuhi komitmennya terhadap perjanjian dengan menyerahkan semua tahanan Israel yang masih hidup dalam penahanan, serta jenazah-jenazah yang dapat diakses," demikian pernyataan Brigade Ezzedine Al-Qassam melalui media sosial.
Militer Israel mengumumkan bahwa dua jenazah yang diserahkan Hamas telah diidentifikasi sebagai Inbar Hayman, seorang seniman grafiti berusia 27 tahun yang tewas dalam festival musik Nova, dan Sersan Mayor Mohammad al-Atrash, seorang tentara keturunan Bedouin berusia 39 tahun yang tewas dalam pertempuran.
