Internationalmedia.co.id – Kabar mengejutkan datang dari Gaza! Kelompok militan Hamas menyatakan kesiapannya untuk mengakhiri perang yang telah lama berkecamuk. Sebuah pernyataan resmi yang dirilis melalui Telegram mengindikasikan bahwa Hamas bersedia membahas proposal perdamaian yang diajukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Proposal tersebut mencakup pembebasan seluruh sandera yang ditahan dan penarikan pasukan Israel dari wilayah Gaza.
Hamas menegaskan kesiapannya untuk segera melakukan perundingan melalui mediator guna membahas detail perjanjian tersebut. Langkah ini menjadi sinyal positif bagi upaya perdamaian yang telah lama terhambat.

Tidak hanya itu, Hamas juga menyatakan persetujuannya untuk menyerahkan pemerintahan Gaza kepada badan independen yang terdiri dari para teknokrat Palestina. Badan ini akan dibentuk berdasarkan konsensus nasional Palestina serta dukungan dari negara-negara Arab dan Islam.
Mengenai isu-isu lain yang tercantum dalam proposal Presiden Trump, seperti masa depan Jalur Gaza dan hak-hak sah rakyat Palestina, Hamas menyatakan bahwa hal tersebut akan ditangani melalui kerangka kerja nasional Palestina yang komprehensif. Hamas akan berpartisipasi dan berkontribusi secara bertanggung jawab dalam kerangka kerja tersebut.
Sebagai bagian dari upaya perdamaian, Hamas juga menyatakan kesiapannya untuk membebaskan seluruh sandera Israel, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia, sesuai dengan formula pertukaran yang tercantum dalam proposal Presiden Trump.
Langkah ini tentu menjadi titik terang dalam upaya mengakhiri konflik yang telah menyebabkan penderitaan panjang bagi warga Gaza dan Israel. Apakah ini benar-benar awal dari perdamaian? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.
