Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Greta Thunberg Dipulangkan ke Prancis Setelah Deportasi dari Israel
Trending Indonesia

Greta Thunberg Dipulangkan ke Prancis Setelah Deportasi dari Israel

GunawatiBy Gunawati10-06-2025 - 15.15Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Greta Thunberg Dipulangkan ke Prancis Setelah Deportasi dari Israel
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id melaporkan, aktivis iklim Greta Thunberg telah meninggalkan Israel dan diterbangkan ke Prancis. Informasi ini disampaikan Kementerian Luar Negeri Israel melalui akun media sosial X. Dua foto yang menunjukkan Thunberg di dalam pesawat sebelum lepas landas turut diunggah sebagai bukti. Alasan mengapa Thunberg dipulangkan ke Prancis, bukan Swedia, negara asalnya, belum dijelaskan secara rinci.

Sebelumnya, Thunberg bersama belasan aktivis lainnya ditahan setelah kapal mereka, Madleen, dicegat oleh Angkatan Laut Israel. Kapal yang membawa bantuan kemanusiaan simbolis untuk Jalur Gaza itu dihentikan di perairan internasional dekat Jalur Gaza. Pihak berwenang Israel menyebut kapal tersebut sebagai "selfie yacht" dan para aktivisnya sebagai "selebriti".

Greta Thunberg Dipulangkan ke Prancis Setelah Deportasi dari Israel
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Setelah kapal Madleen dialihkan ke pelabuhan Ashdod, para aktivis, termasuk Thunberg dan seorang anggota Parlemen Eropa dari Prancis, Rima Hassan, serta dua jurnalis, dibawa ke bandara Ben Gurion untuk dideportasi. Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan bahwa mereka yang menolak menandatangani dokumen deportasi akan dihadapkan pada otoritas peradilan.

Freedom Flotilla Coalition, organisasi yang mengoperasikan kapal Madleen, menyebutkan bahwa 12 aktivis dari tujuh negara, termasuk Prancis dan Turki, berada di atas kapal tersebut. Organisasi ini juga menginformasikan bahwa para aktivis kemungkinan besar diizinkan meninggalkan Tel Aviv pada malam hari. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan seputar perlakuan terhadap aktivis hak asasi manusia dan bantuan kemanusiaan di wilayah tersebut.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Timur Tengah Membara Kapal Perang Iran Hancur

05-03-2026 - 18.45

Rudal Misterius Gegerkan Turki Iran Buka Suara

05-03-2026 - 18.30

Langit Qatar Bergemuruh Ledakan Dahsyat

05-03-2026 - 18.15

Rahasia Drone Pangkalan Inggris Terbongkar

05-03-2026 - 18.00

Beirut Bergejolak Pejabat Hamas Terbunuh

05-03-2026 - 16.45

Samudra Hindia Mencekam Kapal Perang Iran Karam

05-03-2026 - 16.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.