Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Gerbang Rafah Terbuka Sebagian Ada Apa
Trending Indonesia

Gerbang Rafah Terbuka Sebagian Ada Apa

GunawatiBy Gunawati01-02-2026 - 18.30Tidak ada komentar3 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Gerbang Rafah Terbuka Sebagian Ada Apa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Setelah berbulan-bulan desakan dari berbagai organisasi kemanusiaan, perlintasan Rafah yang vital antara Jalur Gaza dan Mesir akhirnya akan dibuka kembali secara parsial mulai hari ini, Minggu (1/2/2026). Pembukaan ini, yang secara eksklusif diperuntukkan bagi pergerakan individu, datang di tengah situasi kekerasan yang tak kunjung mereda di wilayah Palestina. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa keputusan ini diharapkan membawa sedikit kelegaan bagi warga Gaza yang terisolasi.

Pembukaan kembali ini terjadi di tengah laporan intensifikasi konflik. Badan pertahanan sipil Gaza mencatat puluhan korban jiwa akibat serangan Israel pada Sabtu (31/1), sementara militer Israel menyatakan tindakan mereka sebagai respons terhadap pelanggaran gencatan senjata oleh Hamas. Perlintasan Rafah, yang selama ini menjadi jalur krusial bagi warga sipil dan penyaluran bantuan kemanusiaan, telah ditutup sejak pasukan Israel mengambil alih kendali pada Mei 2024.

Gerbang Rafah Terbuka Sebagian Ada Apa
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Meskipun sempat ada pembukaan singkat dan terbatas di awal tahun 2025, Israel sebelumnya menegaskan tidak akan membuka kembali perlintasan ini sebelum jenazah Ran Gvili, sandera Israel terakhir yang ditahan di Gaza, berhasil ditemukan dan dikembalikan. Jenazah Gvili telah ditemukan beberapa hari lalu dan dimakamkan di Israel pada Rabu pekan lalu, membuka jalan bagi keputusan terbaru ini.

COGAT, sebuah badan di bawah Kementerian Pertahanan Israel yang bertanggung jawab atas urusan sipil di wilayah Palestina yang diduduki, mengonfirmasi, "Perlintasan Rafah akan dibuka pada Minggu mendatang (1 Februari) untuk kedua arah, namun hanya untuk pergerakan orang yang terbatas." Proses masuk dan keluar akan memerlukan koordinasi erat dengan Mesir, melewati pemeriksaan keamanan ketat oleh pihak Israel, serta berada di bawah pengawasan misi Uni Eropa. Kendati demikian, sejumlah detail krusial masih belum terperinci, seperti kuota jumlah individu yang diizinkan melintas atau apakah warga yang ingin kembali ke Gaza akan diizinkan masuk.

Menurut sumber di perbatasan, fase awal pembukaan akan lebih banyak difokuskan pada persiapan dan pengaturan logistik. Perlintasan dijadwalkan beroperasi pada Minggu ini sebagai uji coba, terutama untuk memfasilitasi perjalanan individu yang terluka. Pembukaan reguler diharapkan dimulai pada Senin (2/2), meskipun kesepakatan mengenai jumlah pasti warga Palestina yang boleh masuk atau keluar masih belum tercapai. Mesir menyatakan kesiapannya untuk mengizinkan "semua warga Palestina yang telah mendapat persetujuan Israel untuk meninggalkan" wilayah tersebut. Harapan besar terpancar dari warga seperti Mohammed Shamiya (33), seorang penderita penyakit ginjal yang sangat membutuhkan perawatan dialisis di luar negeri. "Setiap hari yang berlalu menguras energi dan memperburuk kondisi saya. Saya menunggu setiap saat untuk pembukaan penyeberangan darat Rafah," ungkapnya penuh harap.

Rafah memegang peran strategis sebagai satu-satunya jalur keluar-masuk Gaza yang tidak berada di bawah kendali langsung Israel. Perlintasan ini berada di area yang dikuasai pasukan Israel pasca penarikan mereka ke belakang ‘Garis Kuning,’ sesuai kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi AS dan mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. Saat ini, lebih dari separuh wilayah Gaza masih diduduki pasukan Israel, sementara sisanya tetap di bawah otoritas Hamas. Gencatan senjata yang kini memasuki fase kedua mengamanatkan pembukaan kembali perlintasan setelah pembebasan atau pengembalian seluruh sandera Israel yang ditahan oleh militan Palestina. Hamas sendiri telah menuntut pembukaan kembali secara penuh di kedua arah, terutama setelah jenazah Gvili berhasil dikembalikan ke Israel.

Lebih jauh, pembukaan kembali ini juga diharapkan memuluskan jalan bagi masuknya Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG), sebuah badan teknokrat Palestina beranggotakan 15 orang. NCAG dibentuk untuk mengawasi administrasi harian bagi 2,2 juta penduduk wilayah tersebut dan akan beroperasi di bawah pengawasan ‘Dewan Perdamaian’ yang dipimpin oleh Presiden AS Donald Trump. Komite ini, di bawah kepemimpinan mantan wakil menteri Otoritas Palestina Ali Shaath, diperkirakan akan segera memasuki Jalur Gaza setelah perlintasan Rafah beroperasi kembali.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Rahasia Andrew Terkuak Istana Siap Buka Pintu

10-02-2026 - 18.45

Misteri Epstein Terbongkar Konflik Global Memanas

10-02-2026 - 18.30

Dunia Hancur Utusan Trump Beri Jawaban Tak Terduga

10-02-2026 - 18.15

Agenda Mendesak Netanyahu di Washington

10-02-2026 - 18.00

Iran Siap Encerkan Uranium Ini Syaratnya

10-02-2026 - 16.45

Hanya Dia Tahu Kunci Skandal Epstein

10-02-2026 - 16.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.