Laporan mengejutkan datang dari Jenewa. Internationalmedia.co.id mengutip laporan AFP, seorang pakar HAM PBB, Francesca Albanese, kembali menegaskan bahwa tindakan Israel di Gaza merupakan genosida. Albanese, pelapor khusus PBB untuk situasi HAM di wilayah Palestina yang diduduki, tak hanya menuding Israel, tetapi juga negara-negara lain yang dinilai turut bertanggung jawab atas tragedi kemanusiaan tersebut.
Albanese dengan tegas menyatakan bahwa pembiaran, normalisasi penderitaan, bahkan keuntungan yang diambil dari konflik Gaza oleh sejumlah negara merupakan aib di zaman ini. Ia menyorot terus berlanjutnya perdagangan senjata dan hubungan diplomatik dengan Israel, bahkan di tengah konflik yang telah menewaskan puluhan ribu jiwa. Menurutnya, negara-negara yang masih memasok senjata ke Israel harus bertanggung jawab atas tindakannya. "Ini bukan hanya salah secara moral, tetapi juga melanggar hukum," tegasnya. Albanese menekankan perlunya pertanggungjawaban bagi mereka yang memerintahkan kelanjutan perdagangan dan transfer senjata ke Israel.

Perlu ditekankan bahwa Albanese merupakan pakar independen yang diberi mandat oleh Dewan HAM PBB, dan pendapatnya tidak mewakili pernyataan resmi PBB. Meskipun demikian, pernyataan berani ini telah menuai kritik keras dari Israel dan sekutunya. Konflik di Gaza sendiri telah berlangsung hampir dua tahun, bermula dari serangan Hamas pada Oktober 2023. Angka korban jiwa terus meningkat; AFP mencatat lebih dari 1.200 warga sipil Israel tewas, sementara Kementerian Kesehatan Hamas melaporkan hampir 65.000 warga sipil Palestina menjadi korban di Gaza, angka yang dianggap kredibel oleh PBB. Pernyataan Albanese ini tentu akan semakin memanaskan situasi politik internasional.
