Internationalmedia.co.id – News – Sebuah insiden mengejutkan melanda Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kabuh, Jombang, Jawa Timur, di mana sebanyak 256 siswa dan guru mendadak mengalami diare massal. Dugaan kuat mengarah pada keracunan makanan setelah mereka menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan. Peristiwa ini sontak memicu penyelidikan mendalam dari pihak berwenang untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.
Insiden yang terjadi pada Rabu siang itu membuat ratusan korban merasakan gejala diare tak lama setelah mengonsumsi hidangan MBG. Menu tersebut disalurkan oleh Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Mangunan, sebuah unit dari Yayasan Sehat Tempat Makan Jakarta. Kondisi ini memaksa tim kesehatan setempat untuk bergerak cepat memberikan penanganan.

Menanggapi laporan darurat ini, Dinas Kesehatan Jombang segera menerjunkan tim investigasi ke lokasi. Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, menjelaskan kepada internationalmedia.co.id bahwa timnya telah melakukan pengecekan langsung ke SPPG Mangunan. Selain itu, sampel dari menu MBG yang disantap para korban juga telah diambil untuk diuji secara komprehensif di laboratorium.
Sampel makanan yang dikumpulkan meliputi nasi putih, udang saus padang, tahu susu, pepaya, serta tumis wortel, sawi putih, dan brokoli. Bahkan, sampel air yang digunakan untuk memasak menu tersebut turut disertakan dalam pengujian. "Hari ini tadi sampel diambil, besok langsung dikirim ke Surabaya untuk diuji di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat," ungkap dr. Hexawan, menegaskan langkah cepat yang diambil.
Proses pengecekan SPPG Mangunan dan pengambilan sampel ini dilakukan setelah tim kesehatan menuntaskan penanganan awal terhadap para korban. Saat ini, tujuh siswa SMPN 1 Kabuh masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Kabuh. "Prioritas utama kami adalah penanganan pasien. Setelah seluruh pasien tertangani dengan baik, barulah kami fokus pada investigasi penyebabnya dengan mengecek SPPG," tegas dr. Hexawan, menyoroti pentingnya keselamatan dan kesehatan para korban. Hasil uji laboratorium diharapkan dapat segera keluar untuk memberikan kejelasan mengenai penyebab keracunan massal ini.
