Suasana di sekitar Gedung Putih Amerika Serikat mendadak mencekam menyusul laporan adanya bunyi tembakan yang memicu penutupan total akses ke kompleks kepresidenan tersebut. Insiden yang terjadi pada Sabtu malam waktu setempat ini segera menarik perhatian aparat keamanan. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, penutupan ini dilakukan setelah bunyi tembakan terdengar jelas, mengindikasikan adanya ancaman serius.
Kabar mengenai insiden ini pertama kali mencuat pada Minggu (24/5/2026) pagi waktu Jakarta, ketika sejumlah kantor berita internasional mengonfirmasi penutupan area vital tersebut. Pasukan Garda Nasional segera dikerahkan untuk memblokir jalan-jalan menuju Gedung Putih, bahkan menghalangi jurnalis untuk mendekat. Direktur FBI, Kash Patel, melalui akun X-nya, mengonfirmasi keterlibatan lembaganya. "FBI berada di lokasi kejadian dan mendukung Dinas Rahasia yang menanggapi penembakan di dekat halaman Gedung Putih," tulis Patel, menegaskan keseriusan situasi.

Saksi mata di lokasi kejadian menggambarkan kepanikan yang melanda. Reid Adrian, seorang turis asal Kanada, menuturkan kepada AFP bahwa ia sedang berada di area tersebut ketika tiba-tiba mendengar sekitar 20 hingga 25 suara yang awalnya ia kira kembang api. "Semua orang mulai berlari menyelamatkan diri," ujar Adrian, menggambarkan betapa cepatnya situasi berubah menjadi kacau.
Para jurnalis yang tengah bertugas di halaman utara Gedung Putih juga merasakan langsung ketegangan. Mereka melaporkan di X bahwa mereka segera diperintahkan untuk berlari dan mencari perlindungan di ruang konferensi pers. Koresponden ABC News, Selina Wang, bahkan sempat merekam momen menegangkan tersebut saat ia sedang membuat video untuk media sosial. Dalam rekamannya, terdengar jelas suara tembakan ketika ia merunduk ke tanah. "Terdengar seperti puluhan tembakan," kata Wang, memberikan gambaran intensitas insiden.
Insiden ini terjadi pada Sabtu malam, beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump diketahui berada di Gedung Putih untuk melakukan negosiasi penting terkait kesepakatan dengan Iran. Hingga berita ini diturunkan, juru bicara Secret Service menyatakan bahwa badan tersebut masih terus mengumpulkan informasi mendalam mengenai insiden penembakan ini. Penyelidikan menyeluruh sedang berlangsung untuk mengungkap motif dan pelaku di balik bunyi tembakan yang menggegerkan jantung pemerintahan Amerika Serikat.
