Internationalmedia.co.id – Konflik di Jalur Gaza kembali memanas, menelan korban jiwa hingga mencapai 101 orang, termasuk puluhan anak-anak yang tak berdosa. Militer Israel mengklaim terus menegakkan gencatan senjata di wilayah kantong Palestina tersebut, meskipun serangan mematikan terus berlanjut.
Laporan dari badan pertahanan sipil Gaza dan sejumlah rumah sakit setempat mengungkapkan bahwa serangkaian serangan terbaru Israel pada Selasa (28/10) telah merenggut nyawa lebih dari seratus orang. "Sedikitnya 101 korban tewas telah dibawa ke rumah sakit, termasuk 35 anak-anak, perempuan, dan lansia, akibat serangan udara Israel yang berlangsung kurang dari 12 jam," ujar juru bicara badan pertahanan Gaza, Mahmud Bassal.

Jumlah korban jiwa ini dikonfirmasi oleh kantor berita AFP, berdasarkan laporan dari petugas medis di lima rumah sakit di Jalur Gaza yang menerima korban tewas dan luka-luka. Selain itu, sekitar 200 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Militer Israel kembali menggempur Jalur Gaza pada hari yang sama, dengan alasan bahwa kelompok Hamas telah melanggar gencatan senjata dengan menyerang tentaranya. Bassal melaporkan bahwa serangan tersebut menargetkan tenda pengungsi, rumah-rumah penduduk, dan area di sekitar rumah sakit.
Pada Rabu (29/10), militer Israel mengumumkan bahwa seorang tentaranya tewas dalam pertempuran di Jalur Gaza bagian selatan sehari sebelumnya. Tentara tersebut, bernama Yona Efraim Feldbaum (37), tewas di Rafah setelah kendaraan yang ditumpanginya terkena "tembakan musuh".
Namun, Hamas membantah keterlibatan dalam insiden penembakan di Rafah dan menegaskan kembali komitmen mereka terhadap gencatan senjata Gaza.
Militer Israel, dalam pernyataan terbarunya, menyatakan bahwa mereka telah melanjutkan penegakan perjanjian gencatan senjata Gaza setelah serangkaian serangan mematikan di wilayah tersebut. Serangan ini diklaim sebagai respons atas pelanggaran yang dilakukan oleh Hamas.
"Menyusul serangkaian serangan yang menargetkan puluhan target teror dan para teroris, IDF (Angkatan Bersenjata Israel) telah memulai kembali penegakan gencatan senjata, merespons pelanggaran yang dilakukan Hamas," demikian pernyataan militer Israel.
Pernyataan tersebut juga menambahkan bahwa IDF dan ISA (Badan Keamanan Israel) telah menyerang 30 teroris yang memegang posisi komando dalam organisasi teroris yang beroperasi di Jalur Gaza.
Konflik yang terus berlanjut ini menimbulkan pertanyaan besar tentang efektivitas gencatan senjata dan masa depan perdamaian di wilayah tersebut.
