Meskipun kesepakatan gencatan senjata masih berlaku, wilayah Gaza kembali diguncang serangan mematikan yang menewaskan enam individu, termasuk lima petugas polisi dan seorang remaja. Internationalmedia.co.id – News melaporkan insiden ini menambah daftar panjang korban konflik yang tak kunjung usai.
Insiden tragis ini terjadi pada Sabtu (23/5) waktu setempat, di mana rudal Israel menghantam sebuah lokasi yang digunakan oleh kepolisian di daerah al-Tuam. Badan pertahanan sipil Gaza, seperti dilansir dari laporan AFP, mengonfirmasi enam korban jiwa dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka akibat serangan udara tersebut.

Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza membenarkan telah menerima enam jenazah. Identitas korban meliputi lima petugas kepolisian dan seorang anak yang diketahui lahir pada tahun 2011. Seorang koresponden AFP di lokasi kejadian juga menyaksikan setidaknya tiga jenazah yang telah dibungkus kain kafan putih, menggarisbawahi realitas pahit dari serangan tersebut. Pihak kepolisian di Gaza secara terpisah mengonfirmasi kematian lima anggotanya.
Menurut keterangan saksi mata, serangan rudal Israel tersebut secara spesifik menargetkan sebuah tenda yang digunakan oleh aparat kepolisian, berlokasi strategis di samping sebuah pos pemeriksaan. Kepolisian Gaza menegaskan bahwa dua rudal Israel ditembakkan ke lokasi mereka di al-Tuam. Sementara itu, sumber militer Israel yang dihubungi AFP menyatakan bahwa operasi tersebut menargetkan "teroris Hamas" di wilayah tersebut, memberikan justifikasi atas tindakan mereka.
Gencatan senjata antara kedua belah pihak telah berlaku sejak Oktober lalu. Namun, Israel secara konsisten mempertahankan haknya untuk melancarkan serangan terhadap target yang mereka anggap sebagai ancaman keamanan. Akibatnya, wilayah Gaza terus dilanda kekerasan harian, dengan insiden serangan Israel yang terus berlanjut tanpa henti, menciptakan lingkaran kekerasan yang sulit diputus.
Kementerian dalam negeri pemerintah Hamas melaporkan bahwa sejak gencatan senjata diberlakukan, total 42 petugas kepolisian telah kehilangan nyawa mereka di wilayah tersebut, menyoroti dampak signifikan konflik terhadap aparat penegak hukum di Gaza.
