Kabar mengejutkan datang dari Jalur Gaza. Internationalmedia.co.id melaporkan klaim mengejutkan dari pihak militer Israel yang menyatakan telah menguasai 40% wilayah Kota Gaza. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Brigadir Jenderal Effie Defrin dalam konferensi pers, seperti yang dikutip dari Reuters, Jumat (5/9/2025). Defrin menyebutkan permukiman Zeitoun dan Sheikh Radwan sebagai wilayah yang telah dikuasai. Lebih lanjut, ia menegaskan operasi militer akan terus meluas dan diintensifkan dalam beberapa hari mendatang.
Kekejaman militer Israel tak berhenti sampai di situ. Defrin menyatakan pengejaran terhadap Hamas akan terus dilakukan di mana pun mereka berada. Operasi militer ini, menurutnya, baru akan berakhir setelah semua sandera Israel dibebaskan dan kekuasaan Hamas berakhir. Situasi ini semakin memanas dengan pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat Eyal Zamir yang disampaikan kepada para menteri kabinet, bahwa tanpa rencana darurat, aturan militer terpaksa diberlakukan di Gaza. Desakan dari sayap kanan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menerapkan aturan militer dan membangun permukiman di Gaza pun semakin menguat, meskipun Netanyahu sendiri sejauh ini masih menunda keputusan tersebut.

Sementara itu, laporan AFP menggambarkan kepanikan warga Gaza. Sebagian besar warga dilaporkan telah mengungsi setidaknya sekali selama perang. Seorang pejabat senior militer Israel bahkan memperkirakan serangan baru akan memaksa sekitar satu juta warga Palestina mengungsi ke selatan, menjauh dari Kota Gaza. Serangan intensif Israel di wilayah Kota Gaza utara dalam beberapa hari terakhir, meskipun mendapat tekanan internasional, telah menewaskan puluhan warga sipil. Badan pertahanan sipil Gaza mencatat lebih dari 30 orang tewas pada Kamis akibat serangan Israel, menambah jumlah korban tewas di seluruh Jalur Gaza menjadi setidaknya 64 orang.
Situasi kemanusiaan di Gaza semakin memprihatinkan. PBB telah mengumumkan bencana kelaparan di dan sekitar Kota Gaza, tempat tinggal hampir satu juta orang yang terus terdampak perang. Di tengah situasi mencekam ini, Hamas menyerukan penghentian segera perang dan pencabutan blokade Israel di wilayah tersebut. Nasib warga Gaza kini berada di ujung tanduk.

