Internationalmedia.co.id – Kelompok Hamas mendesak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, serta para mediator kesepakatan gencatan senjata di Gaza untuk memberikan jaminan bahwa Israel tidak akan melanjutkan operasi militernya di wilayah Jalur Gaza. Desakan ini muncul setelah Trump menyatakan bahwa "perang Gaza telah berakhir."
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, dalam pernyataannya yang dikutip dari AFP, menyambut baik pernyataan Trump tersebut. "Kami menyerukan kepada semua mediator dan pihak internasional untuk terus memantau perilaku Israel dan memastikan Israel tidak melanjutkan agresinya terhadap rakyat kami di Gaza," tegas Qassem.

Pernyataan Trump mengenai berakhirnya perang di Gaza disampaikan saat KTT perdamaian Gaza di Mesir. Trump juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada negara-negara Arab dan Muslim atas terobosan yang telah dicapai. Bantuan kemanusiaan, termasuk ratusan truk berisi makanan dan peralatan medis, kini mulai mengalir masuk ke Gaza.
Trump sebelumnya mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menyetujui tahap pertama dari rencana perdamaian yang terdiri dari 20 poin. Tahap pertama ini mencakup pembebasan sandera Israel dengan imbalan pembebasan tahanan Palestina dan penarikan pasukan Israel dari Gaza.
Tahap kedua dari rencana perdamaian tersebut menyerukan pembentukan pemerintahan baru di Gaza tanpa partisipasi Hamas, pembentukan pasukan keamanan gabungan dari Palestina dan negara-negara Arab serta Muslim, serta perlucutan senjata Hamas. Namun, dengan sejarah konflik yang panjang, banyak pihak masih menunggu dan melihat apakah perdamaian yang diumumkan ini akan benar-benar bertahan lama.
