Internationalmedia.co.id – Pembebasan sandera oleh Hamas menandai babak baru dalam konflik Gaza, seiring dengan klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahwa perang di wilayah tersebut telah berakhir.
Sesuai kesepakatan gencatan senjata yang diinisiasi Trump, Hamas membebaskan 20 sandera yang ditahan di Gaza. Sebagai imbalan, Israel akan membebaskan sekitar 2.000 tahanan. Trump, dalam perjalanannya menuju Israel, menyatakan dengan optimis bahwa "perang telah berakhir".

Proses pembebasan sandera dilakukan dalam dua tahap. Kelompok pertama terdiri dari tujuh orang, disusul kelompok kedua dengan 13 sandera. Mereka diserahkan kepada perwakilan ICRC di Jalur Gaza, yang kemudian membawa mereka ke wilayah Israel.
Pembebasan ini merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Trump, yang menyusun rencana perdamaian 20 poin untuk mengakhiri konflik. Jenazah sebagian dari 28 sandera yang tewas, serta dua orang lainnya yang belum diketahui nasibnya, juga akan diserahkan.
Euforia menyelimuti Israel. Ratusan orang berkumpul di Alun-alun Sandera Tel Aviv, menyambut pembebasan para sandera dengan sorakan dan tangisan haru. Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan, "Kami telah menunggu 738 hari untuk mengatakan ini: Selamat datang kembali."
Israel berencana menghancurkan sisa-sisa jaringan terowongan bawah tanah Hamas di Jalur Gaza setelah seluruh sandera dibebaskan. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa operasi ini akan dilakukan dengan persetujuan Amerika Serikat, di bawah "mekanisme internasional" yang dipimpin AS.
