Internationalmedia.co.id, Jakarta – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam keras serangan militer terbaru Israel di Gaza yang menewaskan lebih dari seratus warga sipil. Serangan tersebut terjadi di tengah gencatan senjata yang seharusnya menjadi harapan bagi penduduk Gaza yang telah lama menderita. PBB mendesak semua pihak untuk segera menghentikan kekerasan dan tidak membiarkan perdamaian yang rapuh ini hancur berantakan.
Israel mengklaim serangan itu menargetkan puluhan posisi Hamas sebagai balasan atas kematian seorang tentaranya. Namun, menurut laporan, serangan udara tersebut justru menghantam permukiman warga sipil, termasuk sekolah, rumah, dan tenda pengungsi. Jalur Gaza dilaporkan mengalami malam pengeboman terparah sejak gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat mulai berlaku awal Oktober.

Kepala Badan Hak Asasi Manusia PBB, Volker Turk, menyatakan bahwa laporan mengenai tewasnya lebih dari 100 warga Palestina dalam semalam sangat mengerikan. "Hukum perang sangat jelas menegaskan pentingnya melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil," tegasnya. Turk menekankan bahwa Israel wajib mematuhi hukum humaniter internasional dan akan bertanggung jawab atas segala pelanggaran.
PBB sangat menyayangkan pembantaian ini terjadi saat warga Gaza mulai merasakan secercah harapan setelah bertahun-tahun hidup dalam kekerasan. Turk menyerukan kepada semua pihak yang berkonflik untuk bertindak dengan itikad baik dan melaksanakan gencatan senjata. Ia juga mendesak negara-negara lain, terutama yang memiliki pengaruh di kawasan tersebut, untuk melakukan segala upaya guna memastikan kepatuhan terhadap gencatan senjata.
"Dua tahun terakhir telah membawa penderitaan dan kesengsaraan yang tak terkira, dan kehancuran Gaza yang hampir menyeluruh," ujar Turk. "Kita tidak boleh membiarkan kesempatan untuk perdamaian dan jalan menuju masa depan yang lebih adil dan aman ini terlepas dari genggaman kita." Internationalmedia.co.id akan terus memantau perkembangan situasi di Gaza dan melaporkan informasi terbaru kepada pembaca.
