Internationalmedia.co.id melaporkan, ratusan warga negara Eropa telah dipulangkan dari Israel menyusul konflik yang memanas dengan Iran. Gelombang evakuasi ini diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Jerman, misalnya, telah mencarter penerbangan komersial dari Yordania untuk memulangkan sekitar 200 warganya, demikian disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, Christian Wagner. Penerbangan kedua bahkan dijadwalkan pada hari yang sama.
Italia juga tak tinggal diam. Menteri Luar Negeri Antonio Tajani menyatakan telah menyediakan penerbangan bagi warga negaranya yang ingin meninggalkan Israel. Yunani turut serta dalam operasi evakuasi besar-besaran ini, dengan berhasil memulangkan 105 warga negaranya dan sejumlah warga negara asing lainnya. Pesawat C-130 dan C-27 milik angkatan udara Yunani mengangkut mereka dari Sharm El-Sheikh, Mesir menuju Athena. Para penumpang dalam penerbangan tersebut berasal dari berbagai negara, termasuk Albania, Austria, Belgia, Bulgaria, Siprus, Prancis, Georgia, Hungaria, Lithuania, Rumania, Swedia, Swiss, dan Amerika Serikat.

Polandia juga tak ketinggalan. Menteri Luar Negeri Radoslaw Sikorski mengumumkan kepulangan kelompok pertama warga Polandia, dengan penerbangan selanjutnya dijadwalkan pada hari yang sama. Bulgaria juga melaporkan telah mengevakuasi 148 orang, termasuk 89 warga negaranya, dengan menggunakan pesawat pribadi. Evakuasi massal ini terjadi setelah Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke fasilitas nuklir dan militer Iran pada Jumat pekan lalu, yang kemudian dibalas oleh Teheran. Serangan di wilayah permukiman kedua negara telah menyebabkan korban jiwa, memaksa pemerintah asing untuk segera mengevakuasi warga negaranya. internationalmedia.co.id terus memantau perkembangan situasi di lapangan.
