Internationalmedia.co.id – Presiden Prancis, Emmanuel Macron, memberikan tanggapan atas rencana pertemuan antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Macron menekankan pentingnya melibatkan Ukraina dan Eropa dalam dialog tersebut, terutama jika agenda pembicaraan menyangkut nasib Ukraina dan keamanan benua Eropa.
Macron menyampaikan pernyataan ini kepada awak media usai menghadiri pertemuan puncak para pemimpin Uni Eropa selatan di Slovenia. Desakan ini muncul setelah Kremlin mengumumkan percakapan telepon yang "sangat jujur dan penuh kepercayaan" antara Trump dan Putin.

Rencana pertemuan puncak ini mengemuka di tengah upaya diplomatik untuk mencari solusi damai bagi konflik Ukraina. Sebelumnya, pertemuan antara Putin dan Trump di Alaska pada 15 Agustus lalu belum menghasilkan terobosan signifikan.
Yuri Ushakov, ajudan utama Putin, mengungkapkan bahwa perwakilan dari kedua negara akan segera mengatur pertemuan puncak yang kemungkinan akan diadakan di Budapest. Ushakov menambahkan bahwa lokasi Budapest diusulkan oleh Trump dan langsung disetujui oleh Putin.
Percakapan telepon selama 2,5 jam antara Putin dan Trump terjadi saat Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, tengah melakukan perjalanan ke Washington DC untuk membahas berbagai isu, termasuk potensi pasokan rudal jarak jauh Tomahawk dari AS. Putin menegaskan kembali pandangannya bahwa rudal Tomahawk tidak akan mengubah situasi di medan perang, namun justru akan merusak hubungan antara kedua negara dan menghambat prospek penyelesaian damai. Informasi ini dilansir dari AFP dan internationalmedia.co.id.
