Serangkaian penampakan drone misterius di atas beberapa bandara Denmark telah memicu kekhawatiran. Internationalmedia.co.id melaporkan, insiden ini terjadi beberapa hari setelah penutupan Bandara Kopenhagen akibat insiden serupa, dan menimbulkan spekulasi mengenai motif di baliknya.
Pada Rabu (24/9) waktu setempat, drone-drone tersebut terdeteksi di atas Bandara Aalborg, Esbjerg, Sonderborg, dan pangkalan udara Skrydstrup. Bandara Aalborg, salah satu yang terbesar di Denmark setelah Kopenhagen, bahkan sempat ditutup selama beberapa jam. Kepala inspektur polisi Jutlandia Utara, Jesper Bojgaard Madsen, menjelaskan kesulitan dalam menjatuhkan drone yang terbang luas dan lama. "Saat ini, kami juga belum menangkap operator drone," tambahnya.

Polisi Jutlandia Selatan juga menerima laporan aktivitas drone di Bandara Esbjerg, Sonderborg, dan Skrydstrup. Meskipun Bandara Esbjerg dan Sonderborg tidak ditutup karena minimnya jadwal penerbangan, polisi masih menyelidiki jenis drone dan motif di balik aktivitas tersebut. Penyelidikan melibatkan dinas intelijen Denmark dan angkatan bersenjata untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa.
Insiden ini terjadi setelah Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, menyebut insiden drone di Kopenhagen sebagai serangan paling serius terhadap infrastruktur penting negara tersebut. Ia menghubungkan kejadian ini dengan serangkaian serangan drone, pelanggaran wilayah udara, dan serangan siber yang menargetkan bandara-bandara Eropa. Moskow, seperti sebelumnya, membantah segala keterlibatan. Kejadian ini menambah ketegangan geopolitik yang sudah ada di tengah konflik Rusia-Ukraina.
