Internationalmedia.co.id – News – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, melalui Komisi V, mengambil langkah serius menyikapi serangkaian insiden fatal yang melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) di wilayah Jakarta. Menyusul dua kecelakaan mematikan di Kalideres dan Tebet, Komisi V berencana memanggil Kementerian Perhubungan (Kemenhub) serta PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk evaluasi mendalam. Pemanggilan ini bertujuan mencari solusi atas maraknya kecelakaan di perlintasan sebidang yang terus merenggut korban jiwa.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menegaskan bahwa pemanggilan Kemenhub dan KAI sudah pasti akan dilakukan. "Pasti akan kami panggil lagi (Kemenhub dan KAI), waktu akan dikabari," ujar Lasarus kepada awak media baru-baru ini. Ia menekankan pentingnya penanganan segera terhadap persoalan perlintasan sebidang yang menjadi akar masalah.

Menurut Lasarus, selama titik-titik perlintasan sebidang, baik yang resmi maupun tidak resmi, belum tertangani secara komprehensif, insiden serupa akan terus berulang. "Maut mengintai setiap saat di perlintasan sebidang," katanya, menggambarkan betapa gentingnya situasi ini. Oleh karena itu, Komisi V mendesak pemerintah agar segera menuntaskan permasalahan perlintasan sebidang di seluruh Indonesia demi mencegah tragedi serupa.
Sebelumnya, dua insiden tragis yang menjadi sorotan terjadi hampir bersamaan pada pukul 06.30 WIB di dua lokasi berbeda. Di Kalideres, Jakarta Barat, seorang pelajar SMA berinisial DK (18) meninggal dunia setelah motor yang dikendarainya bersama sang ayah tertemper KRL antara Stasiun Rawa Buaya dan Batu Ceper saat hendak berangkat sekolah.
Sementara itu, di Tebet, Jakarta Selatan, seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Ishak (80 tahun), warga sekitar, juga tewas tertemper KRL. Kecelakaan ini terjadi di jalur KRL rute Bogor-Jakarta Kota, tepatnya di Jalan Kebon Baru, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet. Kedua peristiwa ini menambah panjang daftar korban di perlintasan kereta api dan memicu respons cepat dari parlemen.
