Monday, 26 February 2024

Search

Monday, 26 February 2024

Search

Dortmund Bikin Milan dalam Posisi Sulit 

Selebrasi pemain Borussia Dortmund usai Karim Adeyemi mencetak gol ke gawang AC Milan.

MILAN– Borussia Dortmund mempermalukan tuan rumah AC Milan  pada matchday 5 Liga Champions Grup F yang berlangsung di San Siro, Rabu (29/11) dinihari WIB.

Di laga itu, tim tamu unggul lebih dulu via penalti Marco Reus pada menit ke-10. Milan menyamakan kedudukan lewat gol Samuel Chukwueze di menit ke-37.  Dortmund menambah dua gol di paruh kedua melalui Jamie Bynoe-Gittens di menit ke-59 dan Karim Adeyemi pada menit ke-.69. Dortmund menang 3-1

Kemenangan ini membawa Dortmund ke puncak klasemen Grup F dengan 10 poin, sekaligus memastikan diri lolos ke 16 besar. Milan dalam posisi sulit, karena terbenam di dasar klasemen Grup F dengan lima poin, kalah selisih gol dari Newcastle United yang punya jumlah poin sama. PSG yang bermain imbang 1-1 melawan Newcastle ada di posisi kedua juga dnegan nilai 7.  

Dengan demikian Milan harus bersaing dengan Newcastle dan Paris Saint-Germain untuk memperebutkan satu tiket tersisa.

Terkait kemenangan timnya,  pelatih Edin Terzic puas bukan main, terlebih timnya menghuni grup neraka. “Kami sangat senang bisa lolos sebelum waktunya dari grup maut. Fakta bahwa kami berhasil memenangkan dua pertandingan tandang juga tidak bisa dianggap remeh,” kata Terzic dilansir laman resmi klub.

Menariknya, Terzic menyebut sosok penting atas keberhasilan timnya di Liga Champions, yakni sang dokter tim. Penyebabnya, tim dokter selalu memberikan laporan fisik dan kesehatan kepada tim pelatih jelang pertandingan.

Laporan medis tersebut penting sebab mencantumkan data terkait siapa saja yang kuat bermain 90 menit penuh, hanya bisa tampil 60 menit, 45 menit dan seterusnya. Berkat hal ini, Terzic mampu memformulasikan taktik yang tepat sesuai dengan kapasitas pemain.

“Kami memiliki beberapa pemain dalam kondisi terakhir mereka. Dokter telah memberi tahu kami sebelumnya siapa yang bisa bermain 30 menit, siapa yang bisa bermain 45 menit, dan siapa yang bisa bermain 60 menit. Kami sekarang punya lebih banyak waktu untuk pulih karena kami baru bermain lagi pada hari Minggu,” tutur Terzic.

Di pihak Milan, Stefano Pioli  mengaku kecewa dengan hasil ini. “Ini malam yang mengecewakan buat kami, kami tahu ini kesempatan besar dan itu membebani kami. Sekarang tugas kami untuk ke Newcastle, main bagus, dan menang. Masih di Liga Champions, pertandingan terakhir di grup dan kami masih punya peluang kecil untuk lolos,” kata Pioli dilansir Football Italia.

AC Milan sedianya tampil menyerang sepanjang 2×45 menit. Mereka  mencatatkan 17 tembakan (4 on target) dan 54 persen penguasaan bola, unggul atas Dortmund yang bikin 12 shots (4 on target) dan 46 persen ball possession.

Milan bahkan berpeluang emas unggul lebih dulu pada menit kelima dari titik putih. Namun, bola eksekusi penalti Olivier Giroud bisa ditepis kiper Dortmund, Gregor Kobel.

Gelandang Milan, Yacine Adli, mengakui timnya tampil buruk dan sulit mengembangkan permainan. Dia meminta maaf kepada para suporter yang sudah mendukung langsung di San Siro.

“Kami kecewa dengan para fans, ini adalah kesempatan besar. Kami tahu atmosfer di San Siro memihak kami. Hal tersebut memotivasi kami, tapi kami masih belum bisa menang. Pada tingkat ini, detailnya membuat perbedaan. Kami memulai dengan baik, tetapi gagal mengkonversikan penalti itu. Di babak kedua, kami kehilangan keseimbangan dan kehilangan Malick juga membuat pertandingan menjadi lebih sulit. Kami kesulitan menemukan keseimbangan setelah itu,” kata Adli kepada Mediaset.

Di matchday terakhir grup, Milan akan tandang ke markas Newcastle pada 13 Desember. Pada saat bersamaan, PSG akan menghadapi Borussia Dortmund. Milan wajib menang atas Newcastle dan berharap PSG kalah dari Dortmund.

Hasil laga lainnya, di Grup E, Lazio mengalahkan Celtic dengan skor 2-0 dan  Feyenoord kalah 1-3 dari Atletico Madrid. Dari grup ini Atletico (11) dan Lazio (10) lolos ke babak 16 besar.***

Vitus DP

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media