Berita duka datang dari Gaza. Internationalmedia.co.id melaporkan, Marwan al-Sultan, Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza, tewas bersama keluarganya dalam serangan Israel. Kejadian tragis ini mendapat kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk The Council on American-Islamic Relations (CAIR), sebuah organisasi hak asasi Muslim di Amerika Serikat.
CAIR melalui Direktur Edward Ahmed Mitchell mengecam keras tindakan Israel yang dinilai sengaja menargetkan pekerja medis. Mitchell mendesak organisasi kesehatan dunia untuk turut mengecam dan meminta dukungan internasional untuk menghentikan serangan yang dianggapnya sebagai genosida. Ia menekankan bahwa penargetan sistematis terhadap dokter, perawat, dan rumah sakit di Gaza bertujuan untuk membuat wilayah tersebut tak layak huni.

Aljazeera sebelumnya melaporkan, serangan terjadi di sebuah bangunan perumahan di barat daya Kota Gaza. Selain Marwan, istri dan anak-anaknya juga menjadi korban. Marwan sendiri dikenal sebagai sumber informasi penting yang kerap melaporkan kondisi warga Palestina di Gaza utara, termasuk mendesak perlindungan bagi tim medis saat rumah sakit diserang. Kematian Marwan meninggalkan duka mendalam dan menambah daftar panjang korban sipil dalam konflik tersebut. Peristiwa ini kembali menyoroti situasi kemanusiaan yang memprihatinkan di Gaza.
