Pengunduran diri mendadak Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, Susan Monarez, hanya empat minggu setelah menjabat, menghebohkan dunia. Internationalmedia.co.id mengutip laporan dari AFP dan Al Arabiya, Departemen Kesehatan AS mengumumkan pengunduran diri tersebut tanpa menjelaskan alasannya. Peristiwa ini terjadi di tengah pergeseran kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump yang cenderung skeptis terhadap vaksin.
Dalam pernyataan singkat di media sosial X, Departemen Kesehatan AS hanya menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi Monarez kepada rakyat Amerika. Padahal, Monarez, seorang ilmuwan kesehatan dan pejabat senior, telah melalui proses konfirmasi Senat AS dan dilantik Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr. pada 31 Juli lalu.

The Washington Post, yang pertama kali memberitakan hal ini, menyebutkan bahwa Monarez menolak untuk mendukung perubahan kebijakan vaksinasi yang diusung Kennedy, yang dikenal sebagai tokoh skeptis vaksin. Sumber anonim menyebutkan Monarez ditekan untuk mengundurkan diri oleh Menkes Kennedy.
Sejak menjabat, Kennedy telah melakukan perombakan besar-besaran pada kebijakan vaksinasi AS. Ia memecat sejumlah ahli imunisasi ternama, membatasi akses vaksin COVID-19, dan memangkas dana pengembangan vaksin baru. Langkah-langkah ini bertentangan dengan konsensus ilmiah dan menuai kritik dari para ahli. Ratusan pegawai dan mantan pegawai badan kesehatan bahkan menandatangani surat terbuka yang mengecam tindakan Kennedy dan menuduhnya menyebarkan informasi yang salah tentang vaksin.
Kepergian Monarez terjadi di tengah krisis yang melanda CDC. Awal Agustus lalu, CDC menjadi sasaran serangan bersenjata oleh seorang pria yang diduga menyalahkan vaksin COVID atas penyakit yang dideritanya. Kejadian ini semakin memperkeruh situasi di lembaga kesehatan vital tersebut.
