Aksi protes besar-besaran di Spanyol terhadap partisipasi tim balap sepeda Israel-Premier Tech di La Vuelta a Espana 2025 menggemparkan dunia. Internationalmedia.co.id melaporkan, Wakil Perdana Menteri Spanyol, Yolanda Diaz, bahkan menyerukan agar Israel dilarang berkompetisi di ajang olahraga manapun selama terus melakukan tindakan yang dianggap sebagai genosida. Pernyataan Diaz ini disampaikan melalui akun Instagramnya, menyusul pembatalan etape terakhir La Vuelta di Madrid akibat aksi demonstrasi pro-Palestina yang masif.
Ribuan demonstran menyerbu jalur balapan, memaksa penyelenggara membatalkan acara tersebut. Meskipun demikian, pebalap Jonas Vingegaard tetap dinobatkan sebagai juara. Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, mengungkapkan rasa bangganya atas aksi tersebut, menyebutnya sebagai bentuk solidaritas yang kuat terhadap Palestina dan menganggapnya sebagai contoh bagi komunitas internasional dalam memperjuangkan hak asasi manusia.

Sebelumnya, etape ke-11 di Bilbao juga terganggu oleh demonstrasi serupa. Puluhan pendukung Palestina menghalangi jalan dan memaksa balapan berakhir tanpa pemenang. La Vuelta a Espana 2025 sendiri merupakan ajang balap sepeda internasional yang berlangsung selama tiga minggu di beberapa negara Eropa, termasuk Italia, Prancis, Andorra, dan Spanyol. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan besar tentang implikasi politik dalam dunia olahraga internasional dan menunjukkan gelombang dukungan global terhadap Palestina.
