Topan Danas menerjang Taiwan dengan kekuatan dahsyat. Internationalmedia.co.id melaporkan, bencana alam ini telah menelan korban jiwa dan menimbulkan kerusakan besar di berbagai wilayah. Insiden ini menjadi sorotan dunia karena kekuatan dan dampaknya yang luar biasa.
Sedikitnya dua nyawa melayang akibat amukan Topan Danas. Seorang pria berusia 60 tahun meninggal dunia karena ventilatornya mati akibat pemadaman listrik, sementara seorang pria berusia 69 tahun menjadi korban pohon tumbang saat mengemudi. Lebih dari 490 orang lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

Badan Cuaca Pusat Taiwan mencatat, Topan Danas membawa angin kencang hingga 222 kilometer per jam. Kecepatan angin yang destruktif ini menyebabkan kerusakan infrastruktur yang signifikan. Hujan deras juga mengguyur wilayah Taiwan, dengan curah hujan melebihi 500 milimeter di bagian selatan. Fenomena ini tercatat sebagai peristiwa langka, karena jalur Topan Danas melewati distrik Chiayi, sebuah rute yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam catatan sejarah.
Akibatnya, hampir 400.000 rumah di Taiwan mengalami pemadaman listrik. Sekitar 3.500 warga terpaksa dievakuasi dari rumah mereka, terutama di daerah pegunungan sekitar Kaohsiung. Sebanyak 33 penerbangan internasional pun dibatalkan. Meskipun Taiwan terbiasa dengan badai tropis, intensitas Topan Danas kali ini benar-benar mengkhawatirkan. Dampaknya yang meluas menunjukkan betapa pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.
