Inggris akhirnya mengirimkan bantuan darurat ke Gaza melalui jalur udara. Langkah ini diumumkan menyusul laporan mengerikan tentang krisis pangan yang melanda wilayah tersebut. Internationalmedia.co.id melaporkan bahwa Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengonfirmasi pengiriman bantuan senilai setengah juta poundsterling yang berisi perlengkapan penyelamat jiwa. Bantuan ini tiba di Gaza pada Selasa (29/7), menandai pengiriman pertama melalui jalur udara dari Inggris.
Starmer menggambarkan situasi di Gaza sebagai "mengerikan", mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kondisi anak-anak yang kelaparan akibat blokade akses bantuan. Ia menekankan perlunya mengakhiri penderitaan rakyat Palestina yang semakin meningkat. Pernyataan Starmer ini disampaikan dalam pidato yang disiarkan televisi.

Laporan dari Integrated Food Security Phase Classification (IPC), sebuah inisiatif PBB, semakin memperkuat keparahan krisis ini. IPC memperingatkan bahwa skenario terburuk kelaparan sedang terjadi di Jalur Gaza. Akses terbatas terhadap makanan dan barang-barang penting lainnya telah mencapai titik terendah sepanjang sejarah, memicu peningkatan kematian akibat kelaparan, malnutrisi, dan penyakit.
Data yang mengkhawatirkan juga menunjukkan lebih dari 20.000 anak telah dirawat karena malnutrisi akut antara April dan pertengahan Juli, dengan lebih dari 3.000 anak mengalami malnutrisi parah. IPC mendesak tindakan segera untuk menghentikan permusuhan dan membuka akses tanpa hambatan bagi bantuan kemanusiaan. Laporan sebelumnya dari IPC pada bulan Mei telah memprediksi risiko tinggi kelaparan di Gaza. Bantuan udara dari Inggris ini diharapkan dapat sedikit meringankan penderitaan warga Gaza yang tengah dilanda krisis kemanusiaan yang serius.
