Internationalmedia.co.id – News – Washington D.C. – Sebuah gejolak signifikan melanda Pentagon dengan mundurnya Menteri Angkatan Laut Amerika Serikat, John Phelan, yang berlaku efektif segera. Keputusan mengejutkan ini, yang diumumkan pada Kamis (23/4/2026), disebut-sebut terkait erat dengan ketegangan internal di tubuh kepemimpinan pertahanan AS, khususnya dengan Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Pengunduran diri Phelan menambah daftar panjang pejabat tinggi yang meninggalkan jabatannya di tengah keterlibatan AS dalam konflik dengan Iran, menyusul pemecatan Jenderal Randy George dan dua perwira senior lainnya awal bulan ini.
Laporan dari media Amerika, Axios, mengindikasikan bahwa Menhan Hegseth secara langsung memecat Phelan. Sumber-sumber internal yang mengetahui situasi tersebut mengungkapkan adanya ketidakselarasan serius antara kedua pejabat tinggi itu. "Phelan tidak memahami bahwa dia bukan bos. Tugasnya adalah mengikuti perintah yang diberikan, bukan mengikuti perintah yang menurutnya harus diberikan," ujar seorang sumber kepada Axios, menggambarkan inti perselisihan.

Ketegangan ini semakin diperparah oleh dugaan Phelan yang terlalu sering melangkahi rantai komando, berkomunikasi langsung dengan Presiden AS Donald Trump. Meskipun Phelan dikenal memiliki hubungan baik dengan Presiden Trump, Menhan Hegseth dilaporkan merasa Phelan sering mengabaikan hierarki yang ada, memicu gesekan dalam pengambilan keputusan.
Salah satu pemicu utama perselisihan ini diyakini adalah perbedaan pandangan mengenai implementasi inisiatif pembangunan kapal yang digagas oleh Presiden Trump, yang dikenal sebagai "Golden Fleet." Phelan, seorang pengusaha dan donor besar kampanye Trump, adalah pendukung kuat rencana pengadaan serangkaian kapal perang baru yang dinamai sesuai Presiden Trump. Ia bahkan tampil bersama Trump di Mar-a-Lago pada Desember 2025 saat rencana ambisius "Golden Fleet" diumumkan.
Phelan, seorang warga sipil tanpa latar belakang militer, dilantik sebagai Menteri Angkatan Laut pada Maret 2025 setelah dinominasikan Trump setahun sebelumnya. Jabatan yang sebagian besar bersifat administratif ini kini akan diisi sementara oleh Wakil Menteri Hung Cao.
Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, mengonfirmasi pengunduran diri Phelan melalui unggahan di media sosial X. "Atas nama Departemen Pertahanan dan Angkatan Laut AS, kami berterima kasih kepada Phelan atas pengabdiannya," tulis Parnell, seraya mendoakan yang terbaik bagi masa depan Phelan.
Menanggapi situasi ini, mantan Wakil Asisten Menteri Luar Negeri AS, Andrew Peek, memberikan analisisnya kepada BBC. Peek memperkirakan bahwa sekitar 30% alasan mundurnya Phelan adalah karena ia dijadikan "kambing hitam" atas kurangnya kemajuan dalam program perluasan armada niaga dan sipil yang dicanangkan. "Sisanya 70% adalah penggantian dengan seseorang yang lebih disukai dan dipercaya presiden," tambahnya, merujuk pada basis pendukung MAGA (Make America Great Again). Ini mengindikasikan bahwa pengganti Phelan kemungkinan besar akan memiliki kedekatan ideologis yang lebih kuat dengan Gedung Putih.
