Internationalmedia.co.id melaporkan rencana Amerika Serikat (AS) untuk membangun dua fasilitas perbaikan kapal di Filipina. Lokasi strategisnya, dekat Laut China Selatan, memicu spekulasi mengenai implikasi geopolitiknya. Salah satu fasilitas direncanakan di Provinsi Quezon, Palawan, sekitar 240 kilometer timur Second Thomas Shoal, terumbu karang yang disengketakan dan menjadi lokasi bentrokan antara Filipina dan China.
Informasi ini terungkap melalui situs web kontrak pemerintah AS, Sam.gov. Fasilitas tersebut, menurut pemberitahuan lelang, akan melayani kapal-kapal kecil Filipina, termasuk perahu karet berlambung kaki (RHIB) yang kerap terlibat insiden dengan kapal China di wilayah tersebut. Meskipun belum ada konfirmasi resmi dari Departemen Pertahanan Filipina, Kedutaan Besar AS di Manila telah mengkonfirmasi tender proyek tersebut, termasuk satu lagi di fasilitas angkatan laut Oyster Bay.

Pensiunan Laksamana Filipina, Rommel Jude Ong, menilai fasilitas ini penting untuk mendukung operasi di wilayah yang disengketakan, termasuk pemeliharaan kapal-kapal kecil yang digunakan untuk pasokan logistik. Keterlibatan AS ini semakin menguatkan kerja sama pertahanan AS-Filipina yang meningkat sejak Presiden Ferdinand Marcos Jr. menjabat, sebagai respons terhadap klaim teritorial China di Laut China Selatan yang dinilai berlebihan. Proyek ini menunjukkan peningkatan dukungan AS bagi Filipina di tengah ketegangan di kawasan tersebut.
