Arab Saudi mengecam keras tindakan Israel di Jalur Gaza. Internationalmedia.co.id melaporkan, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, menyebut serangan Israel sebagai "bentuk penindasan dan genosida paling mengerikan" yang pernah ada. Pernyataan tersebut disampaikan Pangeran Faisal dalam sidang luar biasa Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Jeddah, Senin (25/8/2025).
Pangeran Faisal menekankan bahwa kebungkaman dunia internasional terhadap kejahatan ini semakin memperparah tragedi dan merusak perdamaian serta keamanan global. Ia mendesak komunitas internasional untuk segera bertindak menghentikan agresi Israel, termasuk upaya pendudukan Kota Gaza dan pembangunan permukiman ilegal. Menurutnya, tindakan Israel tersebut menghambat perdamaian dan memicu instabilitas regional dan internasional.

Arab Saudi, tegas Pangeran Faisal, tetap teguh mendukung perjuangan Palestina untuk mendirikan negara merdeka di perbatasan 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota. Solusi dua negara, menurutnya, tetap menjadi satu-satunya jalan menuju stabilitas. Namun, impunitas yang dinikmati Israel atas kejahatan terhadap warga sipil, menurutnya, merusak fondasi perdamaian dan keamanan dunia.
Pangeran Faisal juga menyerukan negara-negara yang belum mengutuk tindakan Israel untuk segera mempertimbangkan kembali posisinya. Ia mencatat peningkatan jumlah negara yang mengakui Negara Palestina sebagai bukti dukungan internasional terhadap perjuangan tersebut. Pernyataan keras ini menjadi sorotan tajam atas situasi kemanusiaan yang memprihatinkan di Jalur Gaza.

