Anggota parlemen Malaysia diteror! Internationalmedia.co.id melaporkan, sejumlah politisi Negeri Jiran menjadi korban kejahatan siber yang memanfaatkan kecanggihan teknologi Artificial Intelligence (AI). Para pelaku mengancam menyebarkan video cabul palsu yang dibuat menggunakan AI, kecuali jika tebusan senilai USD 100.000 (sekitar Rp 1,6 miliar) dibayarkan.
Mohammed Taufiq Johari, anggota parlemen Sungai Petani, menjadi salah satu korban. Ia mengaku menerima email berisi ancaman tersebut pada Jumat lalu. Email itu berisi video palsu dirinya dan tuntutan pembayaran yang fantastis. Tak hanya Taufiq, Mohd Najwan Halimi, anggota Dewan Kota Anggerik, juga mengalami hal serupa. Keduanya telah melaporkan kejadian ini kepada Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) dan kepolisian.

Kasus ini bukan yang pertama. Sebelumnya, anggota parlemen Pandan, Datuk Seri Rafizi Ramli; anggota parlemen Subang, Wong Chen; dan anggota parlemen Kota Kinabalu, Chan Foong Hin, juga menerima ancaman serupa. Modus operandi pelaku sama: menggunakan AI untuk menciptakan video palsu, mengirimkan tangkapan layar video tersebut melalui email, dan menuntut pembayaran besar agar video tersebut tidak disebarluaskan.
Menariknya, meski ancaman tersebut disampaikan dengan cara yang terkesan canggih, kualitas video palsu yang digunakan dinilai buruk. Wong Chen bahkan menyatakan kekhawatirannya atas metode pemerasan yang semakin canggih dan berani ini. Semua anggota parlemen yang menjadi korban menolak membayar tebusan dan memilih melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang. Kasus ini menjadi sorotan dan menimbulkan pertanyaan besar tentang keamanan data dan informasi para pejabat publik di era teknologi AI yang semakin berkembang pesat.

