Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Ancaman Maut untuk Trump
Trending Indonesia

Ancaman Maut untuk Trump

GunawatiBy Gunawati31-05-2025 - 09.00Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Ancaman Maut untuk Trump
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Seorang imigran gelap di Amerika Serikat ditangkap setelah mengirimkan surat ancaman pembunuhan kepada Presiden Donald Trump. Informasi ini didapat Internationalmedia.co.id dari sumber terpercaya. Pria bernama Ramon Morales-Reyes (54 tahun) itu menuliskan niatnya untuk "menembak kepala presiden Anda yang berharga" dalam surat tulisan tangannya. Surat tersebut juga mengungkapkan kekesalannya terhadap kebijakan imigrasi Trump yang telah mendeportasi keluarganya.

Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) menyatakan Morales-Reyes kini ditahan oleh Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) di Wisconsin, menanti proses deportasi. DHS menambahkan bahwa Morales-Reyes memiliki catatan kriminal, termasuk beberapa upaya masuk AS secara ilegal. "Berkat petugas ICE kami, pendatang ilegal yang mengancam akan membunuh Presiden Trump ini berada di balik jeruji besi," tegas Sekretaris DHS Kristi Noem dalam pernyataan resminya.

Ancaman Maut untuk Trump
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Surat yang diterima pihak berwenang pada 21 Mei itu ditulis dengan tinta biru di kertas bergaris. Isi surat tersebut antara lain mengungkapkan kemarahan Morales-Reyes: "Kami muak dengan presiden ini yang mempermainkan kami orang-orang Meksiko," tulisnya. Ia juga menambahkan, "Anda telah mendeportasi keluarga saya dan saya pikir sudah saatnya Donald J. Trump menerima balasannya." Ancamannya diakhiri dengan kalimat, "Saya akan menemuinya di salah satu acara publik besarnya."

Penangkapan Morales-Reyes dilakukan sehari setelah surat tersebut diterima. Pihak berwenang mencatat bahwa ia telah sembilan kali mencoba masuk AS secara ilegal antara tahun 1998 dan 2005, dan pernah ditangkap karena kasus tabrak lari. Sebutan deportasi diri dalam surat tersebut kemungkinan merujuk pada program DHS yang menawarkan bonus US$1.000 dan tiket pulang bagi imigran yang bersedia meninggalkan AS secara sukarela. Kasus ini menjadi sorotan mengingat kebijakan imigrasi keras pemerintahan Trump.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Peringatan Mengejutkan Trump Iran Dalam Bahaya

10-01-2026 - 23.00

Trump Bikin Dunia Bergetar Iran Korut Meksiko Greenland

10-01-2026 - 21.15

Iran Bergejolak Militer Turun Tangan

10-01-2026 - 21.00

Efek Penangkapan Maduro Puluhan Warga Nikaragua Ditahan

10-01-2026 - 18.45

Negeri Es Ini Tak Sudi Jadi Bagian Amerika Serikat

10-01-2026 - 18.00

Pyongyang Murka Drone Mata Mata Terungkap

10-01-2026 - 16.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.