internationalmedia.co.id – Sebuah insiden medis yang tidak lazim sekaligus mengkhawatirkan terjadi di wilayah Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten. Seorang pria berinisial KR harus mendapatkan bantuan darurat dari tim pemadam kebakaran (Damkar) setempat setelah sebuah benda asing, yakni sebuah cincin, tersangkut di area organ vitalnya. Kejadian ini sempat membuat keluarga korban panik karena kondisi kesehatan korban yang terus memburuk.
Peristiwa yang cukup mengejutkan ini mulai terungkap ketika keluarga korban menyadari adanya perubahan drastis pada kondisi fisik pria tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden ini bermula dari tindakan nekat korban yang memasukkan sebuah cincin ke area kemaluannya. Diduga, korban yang memiliki keterbatasan mental melakukan tindakan tersebut tanpa memikirkan risiko medis yang akan terjadi di kemudian hari.

Wakil Komandan Damkar Lebak, Rian Apriandi, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan darurat dari pihak keluarga pada Sabtu siang sekitar pukul 13.00 WIB. Menanggapi laporan tersebut, tim penyelamat dari Damkar Lebak segera bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan tindakan evakuasi atau rescue terhadap benda asing yang menyangkut tersebut.
"Tim Damkar telah melakukan proses evakuasi atau rescue terhadap cincin yang tersangkut di bagian kelamin korban," ujar Rian saat memberikan keterangan resmi kepada media.
Kronologi kejadian ini bermula ketika korban mengalami kesulitan saat hendak buang air kecil. Rasa tidak nyaman tersebut awalnya dianggap sebagai gangguan kesehatan biasa, sehingga korban sempat dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis awal. Namun, kondisi korban justru semakin memprihatinkan dalam beberapa hari berikutnya.
Rian menjelaskan bahwa setelah beberapa hari berlalu, korban mulai mengeluhkan rasa sakit yang hebat dan kesulitan total untuk buang air kecil. Selain itu, area sensitif tersebut mulai mengalami pembengkakan yang cukup serius. Melihat kondisi yang kian mengkhawatirkan dan tidak bisa ditangani dengan peralatan medis standar di Puskesmas, pihak tenaga kesehatan setempat menyarankan keluarga untuk menghubungi tim pemadam kebakaran.
Langkah ini diambil karena tim Damkar memiliki peralatan khusus dan keahlian teknis dalam melakukan pemotongan benda logam yang terjepit pada bagian tubuh manusia tanpa menyebabkan cedera tambahan yang lebih parah.
"Setelah pihak kesehatan menyarankan untuk menghubungi Damkar, kami segera turun ke lapangan. Alhamdulillah, proses eksekusi atau pelepasan cincin tersebut dapat berjalan dengan aman, lancar, dan tanpa kendala berarti," tambah Rian.
Kini, kondisi korban telah dalam pengawasan medis untuk memastikan tidak ada luka dalam atau infeksi akibat pembengkakan yang sempat terjadi. Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya pengawasan terhadap anggota keluarga yang memiliki keterbatasan mental agar terhindar dari tindakan-tindakan berbahaya yang dapat mengancam keselamatan jiwa.
