Internationalmedia.co.id – Pertemuan penting antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping akhirnya terlaksana di Korea Selatan (Korsel) pada Kamis (30/10). Pertemuan tatap muka ini menjadi yang pertama dalam enam tahun terakhir, di tengah upaya meredakan ketegangan perang dagang yang telah lama membayangi hubungan kedua negara.
Kedua pemimpin dunia ini saling berjabat tangan di Pangkalan Udara Gimhae, Busan, sebelum memulai serangkaian pembicaraan penting. Pertemuan ini berlangsung di sela-sela KTT APEC yang juga dihadiri keduanya.

Trump mengungkapkan harapannya akan "pertemuan yang sangat sukses" dan memuji Xi sebagai negosiator yang tangguh. Xi Jinping pun menyambut baik pertemuan ini dan menyerukan agar Beijing dan Washington DC dapat menjadi "mitra dan sahabat", meskipun perbedaan pendapat tak terhindarkan.
"China dan AS dapat bersama-sama memikul tanggung jawab sebagai negara besar dan bekerja sama untuk mencapai hal-hal besar dan konkret demi kebaikan kedua negara dan seluruh dunia," ujar Xi di awal pertemuan.
Pertemuan dengan Xi menjadi puncak dari kunjungan lima hari Trump ke Asia. Harapan besar tertumpu pada kedua pemimpin untuk menstabilkan hubungan yang sempat retak.
Perekonomian global telah bergejolak selama berbulan-bulan akibat perang tarif, pembatasan ekspor, dan sanksi yang melanda berbagai sektor. Isu-isu krusial seperti tarif, ketidakseimbangan perdagangan, kontrol ekspor logam tanah jarang, pembatasan akses teknologi tinggi AS untuk China, dan peran China dalam perdagangan fentanyl ilegal diperkirakan menjadi agenda utama dalam pembahasan.
