Ketegangan yang sempat menyita perhatian publik di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, akhirnya mereda. Satpam bernama Fiktor Harefa (27) dan pengemudi mobil mewah Toyota Alphard yang terlibat perselisihan sengit, telah mencapai kesepakatan damai. Mediasi yang difasilitasi oleh Polsek Metro Menteng menjadi penutup babak cekcok ini, demikian dilaporkan Internationalmedia.co.id – News.
Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Ronald Arnold Rondonuwu, dalam keterangannya kepada wartawan di kantornya pada Jumat (24/7), mengonfirmasi penyelesaian damai tersebut. "Telah dilaksanakan upaya atau mediasi antara pihak pengendara dan saudara Fiktor dari pihak keamanan," ujar Braiel. Ia menambahkan bahwa kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan, saling memaafkan, serta mengakui kesalahan masing-masing.

Meskipun demikian, kesepakatan damai ini tidak serta-merta menghapus konsekuensi hukum atas dugaan pelanggaran lalu lintas yang terjadi. Braiel menegaskan bahwa proses hukum terkait penerobosan lampu merah di Bundaran HI, termasuk penggunaan pelat nomor yang tidak sesuai peruntukan oleh pengemudi Alphard dan kedua penumpangnya, akan tetap berlanjut. "Terkait dugaan pelanggaran lalu lintas dari pengemudi, malam ini juga akan ditindaklanjuti oleh Subdit Gakkum Lantas Polda Metro Jaya," jelasnya.
Lebih lanjut, Braiel mengungkap identitas mengejutkan di balik kemudi dan penumpang mobil Alphard tersebut. Mereka adalah anggota kepolisian dari Polda Jawa Barat. Dugaan tindakan arogansi yang dilakukan oleh pengemudi maupun penumpang kini sedang ditangani serius oleh Subbid Propam Polda Jawa Barat. "Terkait dengan tadi yang disampaikan ada beberapa dugaan perbuatan arogansi dari rekan pengemudi maupun penumpang, malam ini juga akan ditindaklanjuti dari Subbid Propam Polda Jawa Barat," pungkas Braiel.
Percekcokan yang memicu kegaduhan ini diketahui terjadi pada Rabu (22/7) siang, tepatnya di pelican crossing atau tempat penyeberangan orang Halte Transjakarta Bundaran HI. Insiden bermula ketika mobil Toyota Alphard diduga menerobos lampu merah. Fiktor Harefa, yang saat itu sedang menyeberang, merespons dengan menggedor mobil, memicu adu mulut yang kemudian viral di media sosial.
Dengan demikian, insiden di Bundaran HI ini berakhir dengan dua dimensi penyelesaian: perdamaian personal antara pihak yang berseteru, namun tetap menyisakan proses hukum yang harus dijalani terkait pelanggaran lalu lintas dan etika kepolisian.
