Internationalmedia.co.id – Kepolisian Hong Kong bergerak cepat dalam mengungkap penyebab kebakaran dahsyat yang melanda sebuah kompleks apartemen dan merenggut nyawa 151 orang. Sebanyak 13 orang telah ditangkap atas tuduhan pembunuhan terkait tragedi ini.
Direktur kejahatan dan keamanan Kepolisian Hong Kong, Chan Tung, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan komprehensif. "Kami telah segera memulai penyelidikan komprehensif terkait pembunuhan yang menghasilkan penangkapan total 13 orang, termasuk 12 pria dan satu wanita," ujarnya seperti dilansir AFP. Para tersangka berusia antara 40 dan 77 tahun.

Jumlah korban tewas akibat kebakaran yang terjadi pada Rabu (26/11) lalu terus bertambah menjadi 151 orang. Juru bicara kepolisian, Tsang Shuk-yin, tidak menutup kemungkinan bahwa jumlah ini masih bisa bertambah. Operasi penyelamatan masih terus dilakukan untuk mencari sekitar 40 orang yang masih dilaporkan hilang.
Penyelidikan awal juga menemukan bahwa beberapa jaring eksterior yang digunakan pada perancah di perumahan tersebut tidak memenuhi standar ketahanan api. Kepala sekretaris kota, Eric Chan, mengungkapkan bahwa sampel yang dikumpulkan dari berbagai lokasi di gedung tidak lolos uji ketahanan api.
Kebakaran ini menjadi yang paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir di Hong Kong. Api diduga menyebar dengan cepat karena perancah bambu dan material plastik busa yang menutupi sejumlah jendela apartemen. Saat kejadian, renovasi sedang berlangsung di sejumlah gedung apartemen. Pemerintah Hong Kong telah menetapkan masa berkabung tiga hari untuk mengenang para korban. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.