Internationalmedia.co.id – Badai tropis Koto menerjang Vietnam, membawa dampak mematikan. Angin kencang dan gelombang tinggi telah menewaskan sedikitnya tiga orang dan menyebabkan satu orang lainnya hilang di tengah banjir yang melanda wilayah tersebut.
Hujan deras yang terus mengguyur Vietnam tengah dalam beberapa minggu terakhir telah menyebabkan banjir parah, merendam situs-situs bersejarah dan destinasi wisata populer. Kerugian akibat bencana ini diperkirakan mencapai ratusan juta dolar.

Pihak berwenang telah mengambil langkah-langkah pencegahan dengan memerintahkan kapal-kapal untuk berlabuh dan mengalihkan puluhan penerbangan untuk menghindari gelombang besar dan angin kencang yang berbahaya akibat badai Koto.
Dua kapal dilaporkan tenggelam di laut lepas, yaitu sebuah kapal penangkap ikan di provinsi Khanh Hoa dan sebuah rakit kecil di Lam Dong. Kementerian Lingkungan Hidup Vietnam mengkonfirmasi bahwa tiga orang tewas dan pihak berwenang masih melakukan pencarian terhadap satu korban yang hilang.
Pada Minggu pagi, badai tropis Koto berada lebih dari 300 kilometer dari lepas pantai dan telah diturunkan statusnya dari topan. Biro cuaca Vietnam memperkirakan badai akan terus melemah sebelum mencapai daratan pada minggu depan.
Hujan lebat diperkirakan akan mengguyur wilayah dari Hue hingga Khanh Hoa pada hari Selasa dan Rabu, wilayah yang baru saja pulih dari banjir dahsyat. Vietnam, yang terletak di salah satu wilayah siklon tropis paling aktif di dunia, biasanya dilanda sekitar 10 topan atau badai setiap tahun. Namun, Koto menjadi badai ke-15 yang melanda negara itu pada tahun 2025.
Bencana alam telah menyebabkan lebih dari 400 orang tewas atau hilang di Vietnam tahun ini, dengan kerugian mencapai lebih dari $3 miliar, menurut data dari kantor statistik nasional. Negara Asia Tenggara ini rentan terhadap hujan lebat antara bulan Juni dan September. Para ilmuwan telah mengidentifikasi pola perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia sebagai faktor yang membuat cuaca ekstrem semakin sering terjadi dan merusak.
