Internationalmedia.co.id – Vietnam kembali menghadapi ancaman serius setelah dilanda banjir mematikan yang merenggut nyawa puluhan orang. Kini, Topan Verbena bergerak menuju negara tersebut, meningkatkan kekhawatiran akan bencana susulan yang lebih parah.
Topan Verbena telah memasuki Laut China Selatan pada 26 November dan diperkirakan akan semakin menguat dalam beberapa hari mendatang. Badan meteorologi Jepang dan Hong Kong memprediksi badai ini akan terus menguat dalam 24 hingga 48 jam ke depan, sebelum akhirnya melemah di akhir minggu.

Badai ini mengarah ke wilayah selatan-tengah Vietnam, daerah yang masih berjuang memulihkan diri dari dampak banjir bandang. Ratusan ribu rumah terendam, dan kerugian ekonomi mencapai ratusan juta dolar AS.
Pihak berwenang memperingatkan bahwa Verbena berpotensi membawa hujan lebat yang meluas mulai 28 November. Kondisi ini meningkatkan risiko tanah longsor dan banjir bandang, terutama di wilayah yang baru saja dilanda banjir.
Pemerintah Vietnam telah mengambil langkah-langkah darurat untuk menghadapi ancaman Topan Verbena. Pasukan militer dikerahkan untuk membantu evakuasi dan menyiapkan bantuan bagi warga yang terdampak. Unit Penjaga Perbatasan juga diinstruksikan untuk memastikan keselamatan kapal dan awak di laut.
Kolonel Phan Dai Nghia menekankan pentingnya belajar dari kekurangan dalam penanganan banjir sebelumnya dan mempersiapkan diri menghadapi hujan lebat berkepanjangan akibat sirkulasi badai. "Kita harus memusatkan semua sumber daya untuk merespons Badai Verbena," tegasnya.
