Internationalmedia.co.id – Ketegangan diplomatik kembali memanas! Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka menuding Ukraina tidak menghargai bantuan yang diberikan Washington dalam upaya mengakhiri konflik. Tuduhan ini langsung dibantah keras oleh Presiden Volodymyr Zelensky, yang menegaskan rasa terima kasih Kyiv atas segala upaya yang telah dilakukan AS dan Trump.
Selain drama Ukraina-AS, berikut rangkuman berita internasional yang paling banyak dibaca hari ini:

-
Junta Myanmar Grebek Sarang Scam Online, Ribuan WNA Diciduk: Operasi besar-besaran dilakukan junta militer Myanmar dengan menangkap hampir 1.600 warga negara asing (WNA) dalam penggerebekan selama lima hari di markas penipuan online yang beroperasi di perbatasan Thailand. Sindikat ini diduga meraup keuntungan miliaran dolar dari korban di seluruh dunia.
-
AS Siapkan ‘Bom Waktu’ untuk Ikhwanul Muslimin: Pemerintah Amerika Serikat dikabarkan sedang dalam tahap akhir untuk menetapkan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris asing. Langkah ini diprediksi akan menimbulkan dampak besar di Timur Tengah dan dunia Islam.
-
Kharkiv Berduka, Serangan Rusia Tewaskan Puluhan Orang: Serangan drone Rusia menghantam kota Kharkiv, Ukraina, menyebabkan empat orang tewas dan 17 lainnya terluka. Serangan ini terjadi di tengah perundingan damai yang sedang berlangsung di Jenewa.
-
Iran Murka, Israel Dituduh Bunuh Komandan Hizbullah: Pemerintah Iran mengecam keras Israel atas pembunuhan seorang komandan militer Hizbullah di Beirut, Lebanon. Pembunuhan ini berpotensi meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.
-
Trump vs Zelensky: Perang Kata-kata Semakin Panas: Donald Trump menuduh Volodymyr Zelensky tidak berterima kasih atas bantuan AS, setelah Zelensky menolak rencana perdamaian yang dianggap menguntungkan Rusia. Zelensky dengan tegas membantah tuduhan tersebut, menegaskan bahwa Ukraina sangat menghargai dukungan AS. Trump yang mendukung rencana perdamaian yang disusun pemerintahannya itu, seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, Senin (24/11/2025), melontarkan serangan terhadap pemimpin Ukraina yang disebutnya "tidak mengungkapkan rasa terima kasih", bahkan saat pasokan senjata AS terus mengalir ke Kyiv.
